Konflik AS-Iran Kian Membara, Komisi I DPR Dorong Indonesia Inisiasi Gencatan Senjata

Anggota Komisi I DPR RI, Syamsu Rizal

BERANDANEWS – Jakarta, Memanasnya konflik antara Amerika Serikat (AS) dan Iran kembali mendapat sorotan dari parlemen Indonesia. Anggota Komisi I DPR RI, Syamsu Rizal, mendesak pemerintah Indonesia mengambil peran lebih aktif dalam mendorong penghentian serangan militer dan mengupayakan penyelesaian konflik melalui jalur diplomasi.

Seruan tersebut disampaikan menyusul serangan militer Amerika Serikat terhadap sejumlah target di Iran pada Rabu malam waktu Washington atau Kamis (30/7/2026) dini hari waktu Teheran. Pemerintah AS menyatakan serangan itu sebagai respons atas serangan Iran terhadap pangkalan militer Amerika di Yordania.

Politisi Fraksi PKB yang akrab disapa Deng Ical itu menegaskan, Indonesia harus tetap konsisten menjalankan politik luar negeri yang mengedepankan perdamaian dan penyelesaian sengketa secara damai.

“Indonesia harus konsisten menyuarakan penghentian serangan dan mendorong semua pihak menahan diri. Tidak ada persoalan yang dapat diselesaikan melalui perang berkepanjangan. Jalan dialog dan diplomasi harus menjadi pilihan utama,” ujar Deng Ical dalam keterangan yang dikutip pada Senin (3/8/2026).

Indonesia Diminta Aktif di Forum Internasional

Anggota DPR RI dari Daerah Pemilihan Sulawesi Selatan I itu meminta pemerintah memanfaatkan posisi strategis Indonesia di berbagai forum internasional untuk menggalang dukungan bagi terwujudnya gencatan senjata.

Menurutnya, langkah tersebut sejalan dengan amanat konstitusi Indonesia yang mengharuskan negara berperan dalam menciptakan ketertiban dunia berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi, dan keadilan sosial.

Ia juga mendorong Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) bersama negara-negara sahabat segera memfasilitasi perundingan damai antara Amerika Serikat dan Iran agar eskalasi konflik tidak semakin meluas.

“Indonesia bersama PBB dan negara-negara sahabat harus mengajak Amerika Serikat dan Iran duduk bersama di meja perundingan. Gencatan senjata harus segera diwujudkan agar tidak semakin banyak korban berjatuhan,” katanya.

Rakyat Sipil Jadi Korban Terbesar

Deng Ical menilai perang yang terus berlangsung tidak hanya berdampak pada negara-negara yang terlibat secara langsung, tetapi juga menimbulkan konsekuensi besar bagi masyarakat dunia.

Menurutnya, masyarakat sipil selalu menjadi kelompok yang paling menderita dalam setiap konflik bersenjata.

“Selain menimbulkan korban jiwa, perang juga memicu krisis kemanusiaan, mengganggu stabilitas kawasan, serta meningkatkan ketidakpastian global,” tegas anggota Komisi I DPR RI yang membidangi urusan luar negeri dan pertahanan tersebut.

Ancam Ekonomi Dunia, Indonesia Bisa Terdampak

Deng Ical mengingatkan, konflik terbuka antara Amerika Serikat dan Iran berpotensi memperburuk situasi geopolitik internasional.

Jika perang terus bereskalasi, dampaknya dapat merembet ke berbagai sektor, mulai dari terganggunya rantai pasok global, melonjaknya harga energi, hingga meningkatnya tekanan terhadap perekonomian berbagai negara, termasuk Indonesia.

Karena itu, ia meminta seluruh pihak mengedepankan diplomasi dan menahan diri demi mencegah konflik berkembang menjadi perang yang lebih luas.

“Perang tidak boleh dibiarkan berlarut-larut. Dunia membutuhkan perdamaian, bukan eskalasi konflik. Semua pihak harus mengedepankan diplomasi demi menjaga stabilitas dan melindungi kehidupan masyarakat sipil,” pungkasnya.(*)