Motif Dendam Antarkelompok, Resmob Polsek Rappocini Ringkus 9 Remaja Bersenjata Badik dan Busur

Resmob Polsek Rappocini Ringkus 9 Remaja Bersenjata Badik dan Busur

BERANDANEWS — Makassar, Aksi penyerangan kelompok remaja di Kota Makassar kembali digagalkan aparat kepolisian.

Unit Resmob Polsek Rappocini meringkus sembilan remaja yang diduga kuat terlibat dalam aksi penyerangan menggunakan senjata tajam di Jalan Banta-Bantaeng Lorong 4, Kecamatan Rappocini, Ahad (2/8/2026) dini hari.

Pengungkapan kasus ini dipimpin langsung oleh Panit 1 Opsnal Reskrim Polsek Rappocini, Ipda Suprianto, S.Sos., usai menerima aduan warga di tengah patroli cipta kondisi antisipasi kejahatan jalanan (3C), perang kelompok, dan balap liar.
​Menindaklanjuti perintah Kapolsek Rappocini Kompol Ismail, S.E., M.M., dan Kanit Reskrim Iptu Muh. Ali Djaras, S.H., M.H., tim bergerak cepat mengolah TKP, menginterogasi saksi, hingga memeriksa rekaman CCTV sekitar lokasi.

Disergap di Jalan Landak Baru, Polisi Temukan Badik dan Busur

Dari hasil penelusuran, persembunyian kelompok remaja tersebut terendus. Petugas menyergap para pelaku di kawasan Jalan Landak Baru Lorong 9.

Saat dilakukan penggeledahan di tempat, polisi menemukan sejumlah senjata mematikan:
​Dua bilah badik terselip di pinggang dua remaja.
​Satu set ketapel dan anak panah (busur) yang sempat dibuang salah satu pelaku saat menyadari kedatangan polisi.

Tiga anak panah busur tambahan yang berserakan di lokasi penyerangan.

Tiga unit sepeda motor yang digunakan para pelaku saat melancarkan aksi penyerangan.
​Motif Dendam Lama, Pelaku Rusak Motor dan Lempar Batu

Berdasarkan pemeriksaan awal di Mapolsek Rappocini, terungkap bahwa aksi nekat para remaja ini dipicu oleh dendam lama antarkelompok.

Para pelaku mengakui peran masing-masing saat menyisir lorong target: ada yang mengancam warga dengan badik, membendung lawan dengan membentangkan busur, melempar batu ke dalam lorong, hingga merusak sepeda motor warga yang terparkir.

Kapolsek Imbau Orang Tua Perketat Pengawasan Anak
​Kapolsek Rappocini Kompol Ismail menegaskan pihaknya tidak akan mentolerir segala bentuk kejahatan jalanan dan perang kelompok yang meresahkan warga Makassar.

“Kami mengimbau keras kepada seluruh orang tua agar memantau pergaulan dan keberadaan anak-anaknya, terutama di atas jam sepuluh malam. Peran keluarga adalah benteng utama mencegah anak terjerumus ke dalam tindak pidana,” tegas Kompol Ismail.

​Kini, kesembilan remaja beserta seluruh barang bukti diamankan di Mapolsek Rappocini untuk menjalani proses hukum lebih lanjut.(*)