
BERANDANEWS – Makassar, Musyawarah Daerah (Musda) XI Partai Golkar Sulawesi Selatan berlangsung meriah dan penuh semangat konsolidasi. Ketua Umum DPP Partai Golkar, Bahlil Lahadalia, hadir langsung membuka agenda penting partai berlambang pohon beringin tersebut di Hotel Claro Makassar, Sabtu (18/7/2026).
Kehadiran Bahlil disambut antusias ribuan kader dan pengurus Partai Golkar dari 24 kabupaten/kota se-Sulawesi Selatan. Ia didampingi Sekretaris Jenderal DPP Partai Golkar Muhammad Sarmuji serta Bendahara Umum DPP Partai Golkar Sari Yuliati.
Momen menarik terjadi sesaat sebelum memasuki ruang utama Musda. Calon Ketua DPD I Partai Golkar Sulsel, Ilham Arief Sirajuddin (IAS), secara simbolis menyematkan Passapu, penutup kepala khas Bugis-Makassar, kepada Bahlil Lahadalia sebagai bentuk penghormatan dan penyambutan adat.
Penyematan tersebut mendapat sambutan hangat dari para peserta yang memadati lokasi acara dan menjadi simbol kuatnya ikatan budaya serta kebersamaan kader Golkar Sulawesi Selatan.
Bahlil Apresiasi Soliditas Kader Golkar Sulsel
Dalam kesempatan tersebut, Bahlil memberikan apresiasi terhadap pelaksanaan Musda XI Golkar Sulsel yang dinilai berlangsung tertib dan penuh semangat kebersamaan.
Ia juga memberikan motivasi kepada seluruh kader agar terus menjaga kekompakan serta memperkuat konsolidasi organisasi dalam menghadapi berbagai tantangan politik ke depan.
Musda kali ini menjadi momentum penting bagi Golkar Sulsel untuk menyusun strategi baru sekaligus menentukan arah kepemimpinan partai dalam upaya mengembalikan kejayaan Golkar sebagai kekuatan politik utama di Sulawesi Selatan.
Muhidin: Konsolidasi Jadi Keharusan
Pelaksana Tugas (Plt) Ketua DPD I Partai Golkar Sulsel, Muhidin M. Said, menegaskan bahwa konsolidasi organisasi menjadi agenda yang tidak bisa ditunda.
Menurutnya, dinamika politik yang terus berkembang menuntut Partai Golkar memperkuat barisan agar mampu kembali merebut kepercayaan masyarakat.
“Semua kita tahu Sulawesi Selatan merupakan lumbung Partai Golkar. Namun dalam sejarahnya, baru pada Pemilu 2024 Golkar tidak lagi menjadi peraih kursi terbanyak di DPRD Provinsi Sulawesi Selatan. Karena itu konsolidasi menjadi sebuah keharusan,” ujar Muhidin.
Ia menilai konsolidasi tidak hanya sebatas menyatukan kader, tetapi juga menyamakan visi, strategi, dan langkah perjuangan partai dalam menghadapi agenda politik mendatang.
Selain itu, konsolidasi juga menjadi sarana menyiapkan regenerasi kepemimpinan melalui kader-kader muda yang potensial agar keberlanjutan partai tetap terjaga.
Muhidin optimistis semangat kebersamaan yang terlihat dalam Musda XI akan menjadi modal besar bagi Golkar Sulsel untuk bangkit dan kembali menjadi kekuatan politik dominan di daerah ini.
Musda Dihadiri 24 DPD dan 166 Legislator Golkar
Sementara itu, Ketua Organizing Committee (OC) Musda XI Golkar Sulsel, Lukman B. Kady, melaporkan kesiapan panitia dalam menyukseskan agenda lima tahunan tersebut.
Di hadapan jajaran DPP Partai Golkar dan Gubernur Sulawesi Selatan Andi Sudirman Sulaiman, Lukman menyampaikan rasa syukur karena Musda akhirnya dapat terlaksana setelah melalui proses persiapan yang panjang.
“Alhamdulillah, akhirnya hari ini Musyawarah Daerah XI Partai Golkar Sulawesi Selatan dapat terlaksana. Mungkin inilah kepanitiaan Musda yang paling lama menunggu pelaksanaan, tetapi sisi baiknya kami memiliki waktu untuk mempersiapkan seluruh rangkaian kegiatan secara maksimal,” katanya.
Lukman mengungkapkan, Musda XI diikuti oleh seluruh 24 DPD Partai Golkar kabupaten/kota se-Sulawesi Selatan. Selain itu, sebanyak 166 anggota Fraksi Partai Golkar dari DPRD kabupaten/kota turut hadir bersama ribuan kader dan simpatisan.
Ia memastikan seluruh peserta yang memiliki hak suara telah memenuhi persyaratan administrasi sesuai Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) Partai Golkar serta peraturan organisasi yang berlaku.
“Kami berkomitmen menjaga legitimasi dan kualitas demokrasi internal Partai Golkar melalui proses yang transparan dan sesuai aturan organisasi,” tegasnya.
Musda XI Golkar Sulsel diharapkan melahirkan kepemimpinan yang mampu memperkuat soliditas partai, memperluas basis dukungan masyarakat, serta membawa Golkar kembali menjadi kekuatan politik terdepan di Sulawesi Selatan.(*)




