BUDAYA – Pernahkah Anda bertanya kenapa harga di menu kafe ditulis 35K, bukan Rp35.000? Atau kenapa lomba lari disebut 5K, 10K? Fenomena penggunaan huruf ‘K’ sebagai pengganti kata ‘ribu’ ini sudah sangat melekat dalam keseharian. Padahal, Bank Indonesia tidak pernah meresmikannya.
Lantas, dari mana asal huruf K ini dan sejak kapan mulai dipakai untuk Rupiah?
Akarnya dari Bahasa Yunani Kuno
Huruf K ternyata merupakan singkatan dari ‘Kilo’. Kata ini berakar dari bahasa Yunani chilioi yang berarti banyak atau jamak. Dalam Sistem Satuan Internasional (SI), kilo ditetapkan sebagai awalan untuk 1.000. Kita mengenalnya lewat satuan kilogram untuk 1.000 gram atau kilometer untuk 1.000 meter.
Dari konsep “1.000” inilah, huruf K diadopsi secara luas untuk menyingkat kata ribu di berbagai bidang.
Bukan Tren Baru, Sudah Ada Sejak 1940-an
Meskipun terasa modern, penggunaan K sebagai pengganti ribu bukanlah hal baru. Praktik ini sudah berlangsung setidaknya sejak pertengahan 1940-an. Awalnya populer di dunia sains, keuangan, dan komputer. Istilah seperti 32K pada komputer generasi awal merujuk pada 32.000 byte.
Artinya, ketika kita menulis 50K untuk Rp50.000 hari ini, kita sebenarnya melanjutkan kebiasaan global yang sudah berumur lebih dari 80 tahun.
Tiga Pemicu K Populer di Indonesia
Lalu mengapa penulisan ini begitu masif di Indonesia, terutama 20 tahun terakhir?
1. Efisiensi dan Kepraktisan
Menulis 125K jauh lebih singkat daripada Rp125.000. Efisiensi ini sangat dibutuhkan pada menu kafe, caption media sosial, dan materi promosi yang ruangnya terbatas.
2. Pengaruh Budaya Global
Dunia olahraga internasional mempopulerkan istilah 5K dan 10K untuk jarak lari. Platform digital juga menormalisasi K untuk jumlah pengikut: 10K followers berarti 10.000 pengikut. Kebiasaan ini merembes ke penulisan harga.
3. Ledakan Budaya Coffee Shop
Menjamurnya kafe dan coffee shop pada era 2000-an membuat format 25K, 35K di buku menu menjadi standar baru. Kesan simpel dan modern membuat gaya ini diadopsi UMKM hingga toko online.
Tetap Bukan Penulisan Resmi
Penting dicatat, Bank Indonesia tidak mengakui 50K sebagai format resmi. Untuk seluruh transaksi formal, dokumen perbankan, kwitansi, dan laporan keuangan, penulisan yang berlaku tetap Rp50.000.
Penggunaan huruf K hanya hidup di ranah informal dan komunikasi kasual sehari-hari.
Jadi, K pada harga kopi Anda siang ini adalah jejak dari satuan ukur kuno yang bertahan puluhan tahun dan dihidupkan kembali oleh budaya digital.(*)






