
BERANDANEWS – Makassar, Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana, menegaskan bahwa Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang saat ini ditutup sementara tetap berhak menerima insentif sebesar Rp6 juta per hari.
Hal tersebut disampaikan Dadan saat kunjungannya di Kampus Universitas Hasanuddin (Unhas), Makassar, Sulawesi Selatan, Selasa (28/4/2026).
Menurut Dadan, penutupan sementara SPPG dilakukan dengan berbagai alasan. Secara nasional, tercatat sekitar 1.700 SPPG tengah disuspend. Sementara di Sulawesi Selatan, hingga 1 April 2026, terdapat 136 SPPG yang dihentikan operasionalnya untuk sementara waktu.
Meski demikian, ia memastikan bahwa hak insentif bagi SPPG tersebut tetap diberikan.
Selain itu, para pengelola akan mendapatkan pelatihan dan pembinaan hingga dinilai layak untuk kembali beroperasi.
“SPPG yang ditutup sementara tetap menerima insentif. Pengelolanya akan dilatih sampai memenuhi standar untuk diaktifkan kembali,” ujarnya.
Dadan juga mengungkapkan bahwa sejak program Makan Bergizi Gratis (MBG) diluncurkan, jumlah SPPG di Sulawesi Selatan terus mengalami peningkatan secara bertahap.
Dari sisi anggaran, BGN telah mengucurkan dana yang cukup besar di wilayah tersebut. Hingga April 2026, total anggaran yang digelontorkan di Sulsel mencapai Rp1,9 triliun.
“Sampai bulan ini, uang Badan Gizi di Sulsel sudah Rp1,9 triliun. Ini uang besar yang beredar di masyarakat,” kata Dadan.
Sementara itu, jumlah penerima manfaat program MBG di Sulawesi Selatan tercatat mencapai 1.962.917 orang.(*)





