BERANDANEWS – Makassar, Insiden jatuhnya seorang kru kapal dari tanker M/T Alfa Baltica di perairan barat Norwegia kini memicu desakan dari pihak keluarga korban agar dilakukan investigasi menyeluruh serta pertanggungjawaban dari pihak terkait.
Korban diketahui bernama Aslan Yusuf, seorang kru berkewarganegaraan Indonesia yang bertugas sebagai General Service (GS).
Ia dilaporkan jatuh ke laut pada Ahad (5/4/2026) lalu, sekitar pukul 15.57 waktu setempat, saat kapal dalam pelayaran dari Mongstad, Norwegia menuju Butinge, Lithuania.
Kejadian bermula ketika kru dek ditugaskan untuk menangani pergeseran tali tambat di dek tengah. Di tengah kondisi cuaca yang memburuk dan gelombang tinggi, korban diduga terjatuh ke laut tanpa sempat disadari oleh kru lainnya hingga terdengar teriakan.
Prosedur darurat “Man Overboard” segera dilakukan, termasuk manuver kapal, penandaan lokasi, serta permintaan bantuan kepada otoritas Norwegia. Helikopter SAR tiba di lokasi sekitar pukul 16.20 waktu setempat. Namun, hingga beberapa hari pencarian dilakukan, korban belum ditemukan dan operasi SAR dilaporkan telah dihentikan.
Keluarga Soroti Minimnya Informasi
Pihak keluarga korban mengaku belum mendapatkan informasi yang jelas dan transparan terkait perkembangan pencarian maupun kronologi detail kejadian di lapangan.
Selain itu, keluarga juga menyampaikan bahwa korban merupakan seorang cadet yang bergabung di kapal M/T Alfa Baltica melalui agen pelayaran PT. Hanmarine Global Indonesia, serta berasal dari Politeknik Ilmu Pelayaran (PIP) Makassar.
Keluarga menilai penghentian operasi pencarian yang hanya berlangsung beberapa hari menimbulkan pertanyaan besar, mengingat harapan untuk menemukan korban masih ada.
Desak Keterlibatan Pemerintah dan Investigasi
Keluarga korban mendesak Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia untuk segera turun tangan dan berkoordinasi dengan otoritas Norwegia guna memastikan adanya investigasi menyeluruh terkait penyebab pasti insiden tersebut.
Mereka juga meminta pihak agen pelayaran, yakni PT. Hanmarine Global Indonesia, untuk aktif berkoordinasi dengan perusahaan pemilik kapal serta pihak yang terkait dengan muatan kapal guna memberikan penjelasan resmi dan transparan.
Selain itu, keluarga menuntut adanya tanggung jawab penuh dari pihak perusahaan atas insiden yang menyebabkan hilangnya korban, termasuk kejelasan mengenai standar keselamatan kerja yang diterapkan di atas kapal saat kejadian berlangsung.
Menanggapi insiden ini, Akademisi UIN Alauddin Makassar, Dr. Ibnu Hajar Yusuf menyampaikan turut prihatin dan belasungkawa atas insiden ini.
Ia mendorong agar pemerintah segera mengambil langkah cepat agar seluruh pihak terkait tidak lepas tangan dan dapat memberikan kepastian hukum, kejelasan informasi, serta bentuk tanggung jawab yang layak atas kejadian tersebut.
“Pemerintah seharusnya mengambil langkah cepat dan tepat dalam peristiwa ini, tentu melalui kementerian terkait, segera melakukan langkah diplomatik dan berkoordinasi dengan otoritas di Norwegia guna memastikan proses pencarian berjalan maksimal,” jelas Akademisi UIN Alauddin Makassar, DR. Ibnu Hajar
“Dan pastikan semua yang terlibat bertanggung jawab, karena hingga saat ini, belum ada pernyataan resmi dari pihak perusahaan kapal terkait tuntutan dari hasil investigasi awal atas insiden ini,” tambahnya.(*)






