Wagub Sulsel Sambut Kunjungan International Committee Red Cross

Berandasulsel.com – Makassar, Wakil Gubernur Sulawesi Selatan (Sulsel), Andi Sudirman Sulaiman, menerima kunjungan delegasi regional International Committee Red Cross (ICRC).

Pertemuan itu berlangsung di Rumah Jabatan Wakil Gubernur, Jalan Yusuf Dg Ngawing, Makassar, Jum’at (2/10).

Diketahui, International Committee Red Cross (ICRC) atau Komite Internasional Palang Merah adalah lembaga kemanusiaan swasta yang berbasis di Jenewa, Swiss. Rombongan ICRC terdiri dari Benoit Chavaz (Wakil Kepala Delegasi ICRC untuk Indonesia dan Timor-Leste), Dominic Earnshaw (Networking Advisor), Dini Haripuspita (Program Advisor), dan Donny Putranto (Penasihat Hukum ICRC).

Mereka menyampaikan jika sebelumnya telah melakukan kunjungan di beberapa tempat di Sulsel. Seperti di Perguruan Tinggi yakni Universitas Hasanuddin dan Universitas Islam Negeri (UIN); detention place (tempat penahanan) dan dua Pesantren, salah satunya di IMMIM.

Benoit Chavaz memperkenalkan tujuan kunjungan, memaparkan update kerja-kerja ICRC di Indonesia—khususnya terkait pengajaran Hukum Humaniter Internasional di universitas, respon terhadap Covid-19, dan proyek baru ICRC bernama Nilai Kemanusiaan.

Ia pun sempat berdiskusi dengan MUI dan beberapa lembaga lainnya terkait pemulasaran jenazah Covid-19.

Menanggapi hal itu, Wakil Gubernur Sulsel, Andi Sudirman Sulaiman, menyambut baik kunjungan rombongan ICRC. Ia pun menyampaikan masukannya, terkait pemulasaran jenazah pasien Covid-19.

“Saya pernah ada masukan, adanya ruang khusus bagi keluarga jenazah pasien Covid-19. Jadi bisa melihat proses pemulasaran hingga pemakaman. Tapi pada intinya kami minta ICRC bisa tulis surat catatan ke kami untuk hasil visitnya sehingga bisa menjadi masukan dalam kebijakan provinsi,” ungkap Andi Sudirman.

Saat ini, kata Andi Sudirman, masyarakat Sulsel telah sadar akan pentingnya prosedur untuk Covid-19. “Kami selalu terbuka jika ingin datang dan selalu hubungi untuk kerja-kerja ICRC,” ujarnya.

Dalam kesempatan ini, Wakil Kepala Delegasi ICRC untuk Indonesia dan Timor-Leste, Benoit Chavaz memberikan buku berjudul Kemanusiaan Perang, dan Hukum Perang Islam. (*)