Viral Masjid Megah di Tengah Hutan milik Juragan Kopi

103

Berandasulsel.com – Gowa, Masjid megah berkuba ‘emas’ yang viral di media sosial. Tidak seperti masjid pada umumnya yang dibangun di tempat ramai, atau paling tidak sekitar wilayah pemukiman. Masjid yang berlokasi di Dusun Langkoa Desa Bontoloe Kecamatan Bontolempangan, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan ini terletak di tengah hutan kaki Gunung Lompobattang. Masjid itu dibangun oleh seorang pengusaha asal Bugis yang menetap di Timika, Papua.

Sejauh ini masjid yang didominasi warna putih itu belum digunakan oleh masyarakat sekitar. Pembangunannya belum rampung. Tak seorang pun yang tahu nama pemilik masjid tersebut. Tapi setiap kali datang ia disapa Puang.

Belum ada pihak yang bisa dikonfirmasi terkait siapa sosok yang membangun masjid megah di tengah hutan kopi tersebut. Apalagi jarak rumah dengan masjid tersebut sangat jauh. Rumah paling dekat sebuah rumah sederhana yang bangun oleh Puang Haji untuk pekerja kebun kopi.

Kepala Desa Bontoloe, Baharuddin memperkirakan jarak masjid dengan pemukiman warga sekitar lima kilometer.

“Kalau rumah warga sekitar memang tidak ada yang dekat dengan masjid. Rumah-rumah yang ada di sana itu rumah pemilik kebun kopi dan rumah yang dibangun untuk buruh kebun,” ungkapnya, Minggu (24/11).

Sejauh ini katanya, masjid itu belum digunakan oleh masyarakat. Pembangunannya belum rampung.

Meski Puang Haji tak terdaftar sebagai warga setempat, namun kata Kades, pengusaha tersebut sudah memiliki banyak lahan kopi di desanya. Kebun itu dibelinya dari warga sekitar.

Hal senada juga diungkapkan Camat Bontolempangan, Muslimin. Dia menuturkan, masjid itu dibangun oleh seorang pengusaha kopi bugis yang diperuntukkan untuk tempat ibadah bagi pekerja kebun kopi dan masyarakat Dusun Langkoa.

Dusun Langkoa permukiman terdekat, memiliki penduduk sekitar 800 hingga 1.000 orang.

“Puang Haji, sering bolak balik Makassar-Jakarta-Timika. Jika datang ke Makassar, Puang selalu menyempatkan ke kebun kopinya itu,” paparnya.

Masjid ini viral setelah diunggah oleh akun facebook Luchyna Make Up. Postingan itu menyebutkan ada masjid megah yang terletak di tengah hutan.

Menurut Muslimin, awalnya di lokasi pembangunan Masjid ada batu besar yang dianggap karrasa atau dikeramatkan oleh masyarakat setempat.

Batu besar itu oleh sejumlah warga digunakan untuk melakukan persembahan atau sesajen. Puang lalu memutuskan menghancurkan batu besar tersebut kemudain di lokasi yang sama dibangun masjid.

“Setelah masjid terbangun, lokasi itu selain untuk ditempati salat sekaligus belajar mengaji bagi warga setempat,” kata Muslimin.

Masjid itu masih dalam tahap pengerjaan. Di bagian bawah akan dibuat ruangan untuk tempat tinggal guru-guru mengaji yang nantinya mengajarkan ilmu Al-Qur’an untuk anak-anak penduduk sekitar.