BERANDANEWS – Bone, Dugaan praktik suap terhadap oknum anggota kepolisian mendadak viral di media sosial dan menjadi perbincangan luas di Kabupaten Bone.
Dalam sebuah video yang berdurasi 1 menit 32 detik itu, mengungkap dugaan penyerahan uang sebesar Rp15 juta dari keluarga terduga pelaku kepada oknum polisi.
Di Video terlihat seorang perempuan, ibu rumah tangga yang mengaku telah menyerahkan uang dengan harapan agar anggota keluarganya yang terjerat kasus narkoba dapat segera dibebaskan.
Bahkan dalam potongan percakapan menggunakan bahasa Bugis antara seorang perempuan dan seorang pria melalui sambungan telepon.
Sekilas dari isi percakapan ditelepon, sang penelepon laki-laki mempertanyakan kejelasan uang Rp15 juta yang disebut telah diserahkan kepada oknum polisi di Polres Bone yang disebut menjabat sebagai Kanit.
Selain itu ada narasi kekecewaan keluarga karena terduga pelaku narkoba yang disebut telah ‘dibayar’ namun hingga kini belum dibebaskan.
Menanggapi video dugaan praktik suap tersebut, Satuan Reserse Narkoba Polres Bone memberikan klarifikasi resmi.
Melalui Kasat Narkoba Polres Bone, Iptu Irham memberikan klarifikasi tudingan terkait permintaan uang atau suap yang dilakukan dalam proses penanganan kasus narkoba di wilayah Kabupaten Bone.
maupun penerimaan uang dari keluarga terduga pelaku narkoba dan menegaskan tidak ada maupun anggota di bawah komandonya tidak pernah meminta uang dalam proses penanganan kasus narkoba di wilayah Bone.
“Tidak ada itu permintaan uang sama sekali. Semua yang ada di video itu kami klarifikasi dengan menghadirkan pihak-pihak terkait,” jelasnya.
Menurut Iptu Irham, percakapan yang beredar dalam video tersebut masih perlu ditelusuri kebenarannya. (*)





