Tips menjaga Kualitas Tidur saat Ramadhan

97
Ilustrasi

Menjalani ibadah Ramadhan, jadwal tidur berubah dari hari-hari biasanya. Atau dengan kata lain menjalani ibadah puasa seiring jam tidur juga berkurang.

Tapi Anda bisa menyiasatinya agar jam tidur bisa tetap berkualitas meskipun harus bangun saat dini hari untuk menyiapkan dan makan sahur. Menurut pakar kesehatan tidur Kate Bridle, tidur yang cukup justru penting ketika berpuasa untuk menjaga mood tetap stabil, mencegah lelah dan lemas serta membuat pikiran tetap fokus saat bekerja di siang harinya.

Lantas bagaimana agar tetap mendapatkan waktu tidur yang cukup selama puasa Ramadan? Ini beberapa tipsnya.

1. Pertahankan Waktu Tidur
Usahakan mempertahankan jam tidur seperti biasa di luar Bulan Ramadan. Biasanya jam tidur normal orang dewasa antara 6-8 jam.

Tidurlah lebih awal,misalnya saja mulai tidur dari pukul 10.00 malam dan bangun pukul 03.00 di pagi hari untuk sahur. Itu berarti Anda sudah mendapatkan lima jam tidur di malam hari.

Bagi yang masih harus kerja di luar rumah pada pagi hari maka bisa memanfaatkan waktu tidur siang di sela-sela pekerjaan, misalnya pukul 01.00 atau 02.00 siang selama 30 menit. Apabila tidak memungkinkan untuk tidur siang bisa mencuri waktu tidur saat sore, sekitar 2 jam sebelum buka puasa, selama 30 menit.

2. Jaga Kualitas Tidur
Sebenarnya tidak jadi masalah jika Anda hanya tidur 5-6 jam, asalkan tidurnya berkualitas. Supaya bisa tidur nyenyak, usahakan ruangan juga mendukung untuk Anda bisa terlelap.

Matikan lampu agar Anda lebih mudah tidur. Bisa juga dengan menyetel musik-musik untuk relaksasi untuk membantu Anda tertidur. Menyemprotkan aromaterapi ke bantal dan kasur juga bisa jadi opsi.

3. Perhatikan Makanan Anda
Makanan yang Anda santap saat buka puasa dan makan malam juga berperan penting menentukan kualitas tidur. Hindari makanan tinggi kalori, garam, lemak serta gula, karena tubuh harus bekerja keras mencernanya selagi Anda tidur.

Biasakan mengkonsumsi makanan sehat yang kaya nutrisi, rendah kalori, mengandung banyak cairan dan serat. Jangan lupa juga minum air putih 3-4 gelas.

Hindari makanan pedas karena perut biasanya lebih sensitif selama puasa. Makanan pedas akan menyebabkan peningkatan produksi gas yang membuat perut terasa tidak nyaman bahkan diare.

4. Hindari Minuman Berkafein
Kafein bisa bertahan di dalam sistem tubuh maksimal 7 jam sehingga mata tetap terjaga dan kesulitan tidur. Maka dari itu hindari minuman berkafein seperti kopi dan minuman energi khususnya saat buka puasa atau malam hari menjelang tidur. Jika Anda termasuk yang tidak bisa hidup tanpa kopi, minumlah kopi setelah sahur.