Ternyata Gowa lebih Dulu Wacanakan Penghapusan Ujian Nasional

83

Berandasulsel.com – Gowa, Wacana tentang Ujian nasional untuk dihapus oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI, mendapat tanggapan dari Pemerintah Kabupaten Gowa.

Menyoal Wacana yang pernah diungkap Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Nadiem Makarim. Dua pekan setelah menjabat. Mantan bos Gojek itu berencana mengevaluasi ujian nasional.

“Fungsi dan penyelenggaraan ujian nasional dan zonasi sedang kami kaji,” kata Nadiem saat itu.

Rencana pemerintah pusat tersebut sudah lebih dahulu dilakukan Pemkab Gowa, sejak 2011 silam , saat itu, bupati Gowa masih dijabat Ichsan Yasin Limpo.

Sejak itu, ujian nasional tidak lagi menjadi penentu kelulusan melalui program Sistem Kelas Tuntas Berkelanjutan (SKTB).

“Masih segar dalam ingatan saya pada waktu itu dasar pertimbangan almarhum ayahanda Dr Ichsan Yasin Limpo “TIDAK SETUJU” dengan ujian nasional,” tulis Adnan di akun Instagram pribadinya, beberapa waktu lalu, (28/11).

Sedikitnya tiga alasan Pemkab Gowa menghapus ujian nasional kala itu.

Pertama, empat mata pelajaran yang di-ujiannasional-kan, bukan representasi dari semua mata pelajaran selama enam tahun di SD, tiga tahun di SMP dan SMA.

Kedua, instrumen yang digunakan dalam melaksanakan ujian nasional hanya tes tertulis. Padahal, tidak semua mata pelajaran dapat diukur dengan tes tertulis. Ada mata pelajaran yang hanya bisa diukur melalui tes unjuk kerja atau tes lisan.

Ketiga, ujian nasional terbukti menjadi momok yang menakutkan bagi siswa. Banyak siswa terpaksa tidak jujur dengan mencari kisi-kisi. Tidak jarang ada oknum guru yang ikut membantu siswa memberikan jawaban.

“Terima kasih Papa, engkau selalu menjadi inspirasi, meskipun dulu banyak yang meragukan inovasimu,” tutup Adnan yang juga putra Ichsan Yasin Limpo.(*)