Tekan Angka Stunting di Sulsel, PKK Sulsel target Penurunan hingga 14 Persen

55

Berandasulsel.com – Makassar, Tim Penggerak PKK Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel) mempercepat pencegahan dan penanggulangan stunting pada anak di Sulsel. Dalam menekan angka stunting dibuktikan dengan penurunan persentase stunting dalam lima tahun terakhir. Pada 2013, angka stunting di Sulsel mencapai 35,49 persen. Angka tersebut menurun 5,1 persen di tahun 2019 dengan persentase 30,6 persen.

“Capaian ini menempatkan Sulsel berada di posisi ke sebelas, jauh lebih baik dalam kurun lima tahun terakhir,” kata Ketua TP PKK Sulsel, Lies Nurdin, Sabtu, (21/11).

Lies mengatakan, penyusunan program strategis dengan menyentuh seluruh pihak dalam mencegah pertumbuhan angka stunting, bentuk keseriusan PKK dalam merealisasikan pengurangan stunting di Sulsel.

“Satu langkah strategis adalah mensupport Posyandu dan penanggulangan stunting melalui koordinasi berjenjang dengan Ketua TP PKK di 24 Kabupaten Kota se-Sulsel,” kata Lies.

Selain itu, PKK juga melaksanakan program pemberian dana sebesar Rp 100 juta kepada 24 kabupaten/kota. Sebagaimana diketahui, PKK Sulsel menanungi 24 kabupaten kota, 307 kecamatan, 3.047 PKK desa dan kelurahan. Dengan membangun sinergitas dan komitmen, akan menjadi kekuatan dalam menurunkan stunting di Sulsel.

“PKK memiliki potensi yang luar biasa dengan gerakan massif dan terstruktur untuk mendukung program-program secara kelembagaan,” jelasnya.

Lebih jauh, Lies menjelaskan kiprah PKK Sulsel dalam penanggulangan stunting. Diantaranya, sosialisasi pada setiap lapisan masyarakat dan jenjang pendidikan akhir mengenai pentingnya makanan bergizi pada masa kehamilan,
menggalakkan pemanfaatan pekarangan dalam menjamin ketersediaan gizi setiap keluarga secara berkala.

Kemudian, lomba cipta menu beragam, bergizi, sehat dan aman di Sulsel, serta secara berkelanjutan melakukan sosialisasi dan edukasi pencegahan pernikahan dini pada anak, baik di sekolah maupun kelompok remaja. Sebagaimana diketahui, pernikahan pada usia anak menjadi penyumbang angka stunting yang cukup besar di Indonesia.

Selain itu, PKK juga aktif mensosialisasikan kerjasama dengan Kementerian Agama agar tidak memberikan izin menikah bagi yang belum memiliki materi, pentingnya makanan bergizi saat hamil, dan secara umum bagaiman mencegah stunting.

“Ini akan kami lakukan melalui Pokja I, bekerjasama dengan Kementerian Agama sebagai salah satu langkah strategis kami dalam upaya pencegahan perkawinan anak terlebih di masa pandemi,” urainya.

Hal lain yang menjadi langkah strategis PKK adalah meningkatkan jumlah dan kualitas dasawisma melalui upaya-upaya webinar di masa pandemi. Melakukan kerja sama dengan pihak terkait, baik pemerintah dan non pemerintah dalam memberi pencerahan bagaimana bersikap dan mengelola psikologi ibu hamil di masa pandemi, serta menyususn tutorial penanganan ibu hamil hingga satu bulan bekerja sama dengan USAID sebagai lembaga non pemerintah yang memiliki fokus pada isu perkembangan anak.

“Kami optimistis, melalui gerakan bersinergi dengan semua pihak, target stunting turun hingga 14 persen di Sulsel bisa dilaksanakan,” tutupnya.