Target Swasembada Pangan, Gabah Sidrap melonjak 125 ribu Ton

BERANDANEWS – Sidrap, Pemerintah Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap), Sulawesi Selatan, berhasil mencatatkan peningkatan produksi gabah yang signifikan. Pada tahun 2025, produksi gabah di wilayah ini melonjak sebesar 125 ribu ton, mencapai total 565 ribu ton dari angka sebelumnya yang hanya 440 ribu ton. Kenaikan ini menjadi indikator kuat terhadap upaya daerah dalam mewujudkan swasembada pangan.

Bupati Sidrap, Syaharuddin Alrif, menyatakan bahwa program swasembada pangan di Sidrap akan mampu terwujud berkat perkembangan pesat di berbagai sektor, termasuk perkebunan dan pertanian. Peningkatan produksi ini merupakan hasil dari musim tanam Oktober–Desember 2025 yang panen perdananya dilakukan di Desa Sereang, Kecamatan Maritengngae.

Panen perdana tersebut dihadiri langsung oleh Bupati Syaharuddin Alrif bersama Kepala Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Batangkaluku, Jamaluddin Al Afgani. Kegiatan ini sekaligus menjadi bukti nyata komitmen pemerintah daerah, para petani, serta penyuluh dalam menjaga dan terus meningkatkan produktivitas sektor tanaman pangan di Sidrap.

Lonjakan Produksi Gabah dan Ambisi Swasembada Pangan Sidrap
Produksi gabah Kabupaten Sidrap mengalami peningkatan yang mengesankan pada tahun 2025, dengan total 565 ribu ton, naik dari 440 ribu ton pada tahun sebelumnya. Angka ini menunjukkan lonjakan sebesar 125 ribu ton, sebuah pencapaian penting dalam mendukung ketahanan pangan daerah dan nasional.

Bupati Sidrap, Syaharuddin Alrif, dengan optimisme tinggi menyatakan bahwa swasembada pangan di Sidrap telah meningkat hampir 130 ribu ton gabah pada tahun 2025. Peningkatan ini menjadi fondasi kuat untuk mencapai target yang lebih ambisius di masa mendatang.

Untuk tahun berikutnya, Pemerintah Kabupaten Sidrap menargetkan produksi gabah yang jauh lebih tinggi, yaitu antara 800 ribu hingga 1 juta ton. Target ini mencerminkan ambisi besar Sidrap untuk menjadi salah satu lumbung pangan utama di Indonesia, dengan fokus pada peningkatan produksi gabah Sidrap secara berkelanjutan.

Pada sektor pertanian ini, terlihat jelas melalui keterlibatan langsung Bupati Syaharuddin Alrif dalam setiap kegiatan penting. Beliau turut serta dalam panen perdana Musim Tanam Pertama di Desa Sereang, Kecamatan Maritengngae, menunjukkan dukungan penuh kepada para petani.

Panen tersebut menjadi simbol nyata dari dedikasi pemerintah daerah, petani, dan penyuluh dalam menjaga produktivitas tanaman pangan di Sidrap. Sinergi antara berbagai pihak ini menjadi kunci keberhasilan peningkatan produksi gabah di wilayah tersebut.

Sebagai bagian dari upaya modernisasi pertanian, Bupati Syaharuddin Alrif juga secara simbolis mengoperasikan mesin combine harvester. Penggunaan alat berat ini bertujuan untuk meningkatkan efisiensi dan kecepatan proses panen, yang pada akhirnya akan berkontribusi pada peningkatan produksi gabah secara keseluruhan.

Sementara Kepala BBPP Batangkaluku, Jamaluddin Al Afgani, menyampaikan apresiasi tinggi terhadap upaya Pemerintah Kabupaten Sidrap dalam mencapai swasembada pangan. Beliau menyoroti komitmen kuat Bupati Syaharuddin Alrif yang aktif turun langsung ke lapangan untuk memantau dan mendukung sektor pertanian.

Jamaluddin Al Afgani berharap kolaborasi antara Pemerintah Kabupaten Sidrap dan Kementerian Pertanian dapat terus berlanjut dan semakin erat. Sinergi ini diharapkan mampu menjadikan Sidrap sebagai contoh terbaik dalam mewujudkan swasembada pangan di tingkat nasional.

Dukungan dari berbagai pihak, termasuk lembaga pelatihan pertanian, sangat vital dalam mencapai target produksi yang ambisius. Dengan terus meningkatkan kapasitas sumber daya manusia dan menerapkan teknologi modern, produksi gabah Sidrap diharapkan dapat terus meningkat dan berkontribusi signifikan pada ketahanan pangan Indonesia.(*)