Sulsel terima Bantuan Alat Penanganan Medis dari Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Pusat

174

Berandasulsel.com – Makassar, Kunjungan Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Pusat ke Kota Makassar, untuk memantau langsung penanganan Covid-19 di Sulsel, sekaligus memberikan bantuan alat penanganan medis.

Penyerahan bantuan masker bedah 40.000 Pcs, medical gloves 3.000 Pcs, APD 10.000 Pcs, alat PCR 1 unit, buffon cap 500 Pcs, Masker N95 2.000 Pcs, Face Shield 2.000. Serta plasma darah (convalescent) sebanyak 18 kantong untuk membantu pasien kritis.

Bantuan ini diberikan langsung kepada Gubernur Sulsel yang merupakan Ketua Gugus Tugas Provinsi di Balai Manunggal Makassar, Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Pusat, Doni Monardo datang bersama Menteri Kesehatan (Menkes), Terawan Agus Putranto, dan Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK), Muhadjir Effendy.

“Kami akan tetap memperhatikan kebutuhan Sulsel. Hari ini ada sejumlah bantuan yang telah disiapkan dan paling penting adalah plasma convalescent,” kata Doni yang juga merupakan Kepala Badan Penanggulangan Bencana (BNPB).

Menteri Kesehatan RI, Terawan Agus Putranto, menyebutkan, membawa plasma convalescent untuk bisa dipakai di rumah sakit. Plasma ini akan diberikan untuk yang sakit berat sehingga bisa diselamatkan dan mengurangi tingkat kematian atau case fatality rate.

“Saya tadi membawa awal 18 bag, mudah-mudahan bisa membantu pasien yang kritis, sehingga terbebas dari fatality-nya (kematian),” sebutnya.

Sedangkan, Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK), Muhadjir Effendy, mengatakan bahwa Sulsel menjadi perhatian pusat sebagai provinsi di luar Pulau Jawa. Sebab, arus pergerakan orang Jakarta ke daerah, dan paling tinggi frekuensinya di luar Jawa ke Medan dan Makassar.

“Untuk luar Jawa, Sulsel paling banyak 109 ribu APD yang kita drop ke Sulsel ini, jadi saya sudah lebih dari tiga minggu bilang, harus mendapatkan perhatian. Kalau Jakarta itu sudah diatasi, belum berarti selesai, ibarat banjir, airnya di hulu sungai sudah selesai, pasti akan mengalir ke hilir,” kata Muhadjir. (*)