Sulsel sebagai best Inovation untuk penanganan Covid-19 terkait Shelter

136

Berandasulsel.com – Makassar, Hotel Swiss Bell Losari Makassar yang dijadikan sebagai lokasi karantina untuk Orang Tanpa Gejala (OTG) dan Orang Dalam Pemantauan (ODP) menjadikan Sulsel sebagai best inovation untuk penanganan Covid-19 terkait shelter.

Koordinator Relawan Pendamping yang bertugas di Swissbel Losari, Alita Karen, menyebutkan, hadirnya pelayanan ini sebagai bentuk negara hadir dalam penanganan Covid-19.

“Negara sebenarnya sudah hadir untuk kasus Covid-19 ini. Karena Pemprov sudah sangat concern dengan situasi yang terjadi di masyarakat,” ujarnya, saat Gubernur Sulsel Nurdin Abdullah, berkunjung ke Hotel Swissbel Losari, Sabtu, (2/5).

Dalam kasus positif Covid-19, dimana ODP maupun OTG tidak mampu dalam merawat dirinya sendiri di rumah, Pemprov mengalihkan mereka semua ke satu tempat/shelter. Di tempat ini, semua dijamin, mulai dari keamanan, kesehatan dan makanannya.

“Dengan pelayanan ini, Sulsel menjadi salah satu best inovation untuk penanganan Covid-19 terkait shelter. Sulsel setelah Jakarta memakai hotel untuk shelter,” ungkapnya.

Karen yang merupakan seorang aktivis bersama sembilan relawan lainnya dari berbagai latar belakang, berupaya membuat peserta merasa nyaman dengan memberikan berbagai pelayanan dan aktivitas.

“Jangan membuat stigma terhadap mereka yang positif. Mereka sebenarnya tidak apa-apa, justru sangat bagus jika mereka open status, itu menjadi warning buat orang lain,” ucapnya.

Sementara, Gubernur Sulsel, Nurdin Abdullah, yang kembali melakukan kunjungan ke Hotel Swissbel Losari, nampak berinteraksi langsung dengan para relawan pendamping, peserta/pasien serta para penyintas Covid-19.

Sejauh ini, di hotel tersebut terdapat 164 peserta yang menjalani karantina. Dan tiga orang yang dirujuk ke rumah sakit untuk penanganan lebih lanjut.

“Hari ini datang dari Luwu Utara, kita akan menerima 19 santri dari Jawa Timur, mereka sedang dalam perjalanan,” kata Nurdin Abdullah. (*)