Suarakan Anti Korupsi, KPK gelar Anti-Corruption Film Festival (ACFFest) 2024

Wakil Ketua KPK Alexander Marwata saat membuka acara Launching Anti-Corruption Film Festival (ACFFEST), 'Mengawal Keberlanjutan Pemberantasan Korupsi' di Universitas Katolik Parahyangan (Unpar) (foto: Pasha Yudha Ernowo Infopublik.id/Youtube Diskominfo Kota Bandung)

BERANDANEWS – Jakarta, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali menggelar kompetisi film antikorupsi atau Anti-Corruption Film Festival (ACFFest) 2024. Perhelatan tahunan yang telah digelar sejak 2013 itu merupakan medium bagi generasi muda untuk turut berpartisipasi aktif dalam menyuarakan nilai-nilai antikorupsi.

Wakil Ketua KPK, Alexander Marwata, mengungkapkan memberantas korupsi bukan hanya tugas KPK. Dibutuhkan komitmen dari para pemimpin dan dukungan dari masyarakat.

“Kami ingin mengajak masyarakat luas untuk bersama-sama lebih peduli dalam pemberantasan korupsi, bahwa pemberantasan korupsi menjadi persoalan bersama, bukan KPK saja,” ujar Alexander saat membuka acara Launching Anti-Corruption Film Festival (ACFFEST), ‘Mengawal Keberlanjutan Pemberantasan Korupsi’ di Universitas Katolik Parahyangan (Unpar) secara daring, Selasa (30/4).

Lanjut Alexander, saat ini indeks persepsi korupsi Indonesia masih berada di skor 34. KPK optimistis skor itu berada di angka 60 pada 2045. Untuk mendorong itu, masyarakat memiliki kesadaran terhadap tindak pidana korupsi. Satu di antaranya dengan menghindari suap atau gratifikasi saat berurusan dengan pemerintah atau aparat penegak hukum.

“Jadi, kalau ada kegagalan dalam pemberantasan korupsi, bukan kegagalan KPK tapi kegagalan kita bersama karena kita harus bertanggung jawab semua. Kalau KPK sudah melakukan edukasi, sosialisasi, kampanye, dan melakukan penindakan, tapi perilaku masyarakat tidak berubah, ya bukan salah KPK kan,” katanya.

Alexander juga mengungkapkan, langkah awal dalam mendukung pemberantasan korupsi dapat dilakukan dengan memilih pemimpin yang baik, yang mampu menciptakan tata kelola yang baik pada Pilkada nanti.

“Jika kita memilih kepala daerah atau pemimpin yang tidak memiliki komitmen dalam pemberantasan korupsi, segala bentuk pemberantasan korupsi yang ditawarkan itu hanya akan jadi pencitraan saja,” ucapnya.

Deputi Bidang Pendidikan dan Peran Serta Masyarakat KPK, Wawan Wardiana, menerangkan, ACFFEST 2024 hadir sebagai bentuk ajakan kepada masyarakat untuk mengkampanyekan dan menolak politik uang ditahun politik.

“Event yang dimulai dari 2013 sampai tahun ini sudah memasuki sepuluh tahun berjalan, ini adalah sebagai bentuk mengajak masyarakat kampayekan nilai-nilai anti korupsi dan menolak praktik korupsi melalui film,” ujar Wawan.

Wawan juga menambahkan, ini menjadi bukti masyarakat baik seniman, sipil, mahasiswa dan lain sebagainya masih bersama KPK memberatas korupsi. ACFFEST ini juga menunjukkan bahwa semangat pemberantasan korupsi melalui seni dalam kondisi apapun juga tidak pernah padam. sekali pun dua tahun terakhir ini pas pandemi event ini tetap berjalan.

“Itu memperlihatkan semangat anti korupsi tidak pernah padam. Yang penting lagi event itu sangat ditunggu-tunggu oleh para sineas. Bahkan saat festival lain terhenti saat pandemi, ACFFEST tetap berjalan bahkan bisa memproduksi banyak karya dan meningkat setiap tahunnya dari 2013-2023 4700 karya dalam enam kategori,” ujarnya.

Sambung Wawan, dalam rangkaian ACFFEST ini, KPK tentunya mewadahi seluruh masyarakat, generasi muda maupun sineas dan talentanya masing-masing untuk dapat berkarya menyampaikan edukasi anti korupsi khususnya paraktik politik uang serta dampaknya terhadap kehidupan masyarakat melalui saran film ini.

“Tahun ini dan malam ini 30 April launchingnya akan berlangsung hingga Desember. Dimana dalam rangkaian ACFFEST ini dan beberapa waktu yang akan datang akan ada movie day dibeberapa kota Banda Aceh, Medan, Makasar, Semarang, Malang, Kupang, demikian juga dibeberapa kota daerah timur hingga beberapa event lainnya hingga kurasi dan penjurian film,” tuturnya.(*)