Sekprov hadiri Peresmian Science Technopark Universitas Hasanuddin

41
Peresmian Science Technopark Universitas Hasanuddin

BERANDANEWS – Makassar, Sekretaris Daerah Provinsi Sulsel, Abdul Hayat Gani, mendampingi Menteri Riset dan Teknologi (Menristek), Bambang Brodjonegoro, melakukan peresmian Science Technopark Universitas Hasanuddin, Jumat, (9/4).

Abdul Hayat menyampaikan, Pemerintah Provinsi Sulsel mengapresiasi dan mendukung peresmian Science Technopark Universitas Hasanuddin ini. Karena dengan hadirnya fasilitas ini, akan mewadahi berbagai produk inovasi hasil penelitian civitas akademika lingkup Unhas, untuk kemajuan Sulsel dan Indonesia.

“Pemprov selalu memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Rektor Unhas dan jajarannya, yang tidak henti-hentinya melakukan inovasi untuk Sulsel. Membangun Sulsel untuk Indonesia,” kata Abdul Hayat.

Lanjutnya, Science Technopark ini merupakan suatu bentuk respon atas kebutuhan hasil penelitian dari Unhas. Juga akan menjadi penghubung dari pemangku kepentingan mulai dari pemerintah, industri hingga masyarakat.

Apabila hasil penelitian telah memiliki nilai ekonomi, tentu industri akan memanfaatkan hasil penelitian tersebut. Sehingga diharapkan Science Technopark akan menambah semangat Unhas untuk lebih meningkatkan kinerja terkhusus pada dharma penelitian.

Oleh karena itu, Pemprov Sulsel juga mengharapkan Science Technopark ini dapat dimanfaatkan semaksimal mungkin guna mendukung kegiatan pembangunan di Sulsel.

“Kita ingin tentu dengan keputusan yang strategis. Kita ingin Pemprov melakukan kegiatan berbasis riset, juga untuk efisiensi dan efektivitas penggunaan anggaran itu sangat penting apalagi di masa pandemi ini,” ujarnya.

Ia menekankan pentingnya kolaborasi antara perguruan tinggi, dan pemerintah. “Saya berharap sinergi yang positif dan semangat untuk saling membangun antara pemprov dan perguruan tinggi dapat terus terbangun dan dipupuk, sehingga kita dapat menghasilkan kebijakan inklusif dan visioner demi kemajuan Sulsel,” terangnya.

“Ini membuat kita, Pemprov semakin percaya diri melakukan tata kelola pemerintahan untuk hari ini. Kita yakin dan percaya, kalau ini dilakukan dengan inovasi dan riset,” sambungnya.

Terkait riset, Pemprov Sulsel sendiri sudah menggabungkan Bappeda dan Litbang, menjadi Bappelitbangda. Bagian penelitian digabung dengan bagian perencanaan pembangunan.

“Jadi penelitian gabung dengan Bappedanya. Dapurnya satu, kemudian langsung diprogram satu kegiatan dan tentu kita selalu memberikan asistensi kepada kabupaten/kota,” jelasnya.

Sebagai perwakilan pemerintah pusat, Pemprov Sulsel melakukan koordinasi dengan kabupaten/kota. Sehingga mendekatkan diri dengan perguruan tinggi harus dilakukan.

Sementara, Bambang Brodjonegoro mengatakan, peresmian Science Technopark harus dilihat secara lebih luas dengan melihat cita-cita yang ingin dicapai.

“Kalau mau melihat skala luas, ini bukan sekedar meresmikan proyek fisik. Bukan sekedar gedung baru atau fasilitas baru. Bukan fisiknya yang penting. Tetapi isinya dan aktivitas yang ada di dalamnya. Dan tujuan masa depan yang ingin dicapai,” ujarnya.

Yang diharapkan oleh masyarakat, selain proses pendidikan yang terbaik bagi para mahasiswa di Unhas, juga munculnya hasil riset dan inovasi yang dibutuhkan oleh masyarakat.

Ia menekankan, baik kepada peneliti dan dosen, dengan keahlian yang dimiliki tidak merasa hebat. Ataupun hasil penelitiannya terpublikasi di jurnal/prosiding yang terindeks seperti Scopus. Tetapi diharapkan dapat melakukan riset yang bermanfaat untuk Indonesia.

“Tetapi jangan lupa kita ini para dosen dan peneliti ini hidup di Republik Indonesia. Indonesia yang kategorinya belum sebagai negara maju, kita masih masuk kategori negara berpendapatan menengah ke atas. Itupun baru kita dapatkan di tahun 2020 lalu, sebelumnya masih kategori menengah ke bawah,” ungkapnya.

Sebagai negara berpendapatan menengah atas untuk sampai menjadi negara berpendapatan tinggi atau negara maju, maka diperlukan usaha yang luar biasa dan belajar pada negara lain yang berhasil.

“Belajar dari Korea, Jepang dan Amerika Serikat di masa lalu. Jawabannya adalah ekonomi kita. Jadi kalau ingin menjadi negara maju, harus menjadi ekonomi berbasis inovasi,” tegasnya. (*)