Reza Ali Ingatkan Koalisi Perubahan Harus Diperkuat

A. Reza Ali (Foto: Indonesianupdate)

BERANDANEWS – Makassar, Mantan Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Demokrat Sulawesi Selatan (Sulsel) A Reza Ali angkat bicara terkait koalisi tiga partai, Nasdem, Demokrat dan PKS yang mengusung Anis Baswedan menjadi Bakal Calon Presiden (Bacapres) pada Pemilihan Presiden 2024.

Mantan legislator DPR RI itu menganggap, keputusan mengusung Anies Baswedan sudah sangat tepat. ’Tapi Reza mengingatkan koalisi tiga partai ini harus lebih disolidkan lagi.

“Ini soal masa depan bangsa ke depan. Tiga partai koalisi ini harus lebih solid lagi. Kalau perlu bikin perikatan. Ini agar dalam kondisi apapun mereka terus  bisa berjuang,” tegas Reza kepada sejumlah wartawan di Cafe Ombak, Jl. Ujungpandang, Makassar, Senin malam (27/02).

Reza Ali merupakan salah satu tokoh sentral lahirnya partai Demokrat. Pengusaha dan politisi ini  salah satu penerima penghargaan Tokoh Pejuang Demokrat yang diberikan oleh Ketua Umum Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) pada puncak peringatan dua dasa warsa partai berlogo  segitiga mercy itu pada September 2021.

Terkait hanya tiga partai yang berkoalisi, politisi kelahiran Jakarta, 10 Oktober 1955 ini menyebut tak perlu ditambah lagi. Baginya, tiga partai sudah cukup.

‘’Sudah cukup tiga partai saja. Ini untuk menghindari kepentingan-kepentingan lain. Kalau Demokrat, kita tau. Bukan partai yang krasak krusuk. Setiap persoalan selalu didalami. Dipelajari betul  sebelum melangkah dan mengambil keputusan,” kata Reza.

Mantan Ketua Umum Pengurus Pusat Persatuan Tinju Indonesia (PP-Pertina) ini menegaskan, sosok capres yang diusung oleh calon Koalisi Perubahan ini bukan tokoh baru bagi Partai Demokrat. Ia mengungkapkan, potensi Anies Baswedan masuk dalam radar Partai Demokrat  sejak era Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) Ketua Umum.

‘’Sudah lama Anis Baswedan masuk dalam radar Partai Demokrat. Sejak 2013 lalu saat Anies ikut konvensi di Partai Demokrat. Saat itu (Anies) bersaing dengan beberapa tokoh nasional. Ini membuktikan bahwa dari dulu Anies Baswedan dilihat potensinya oleh Demokrat untuk bangsa ini,” katanya.

Saat ini tiga partai yang tengah  berkoalisi mengusung Anis  Baswedan memang belum membentuk sekretariat bersama untuk kepentingan Pilpres 2024. Termasuk  belum menentukan nama dan asal capres. Apakah dari internal atau eksternal partai koalisi.

Meski demikian, Reza Ali menegaskan sepakat dengan pilihan Koalisi Perubahan yang memberikan keputusan kepada Anies Baswedan menentukan cawapres yang akan mendampinginya kelak di Pilpres 2024 mendatang.

Untuk diketahui, PKS bersama Demokrat dan Nasdem menggagas Koalisi Perubahan untuk Pilpres 2024. Ketiga parpol ini sudah memenuhi syarat ambang batas pencalonan presiden atau presidential threshold. Nasdem 10,2% atau 59 kursi, Demokrat 9,4% setara dengan 54 kursi, dan PKS 8,7% atau 50 kursi. Total dari gabungan ketiga parpol itu 163 kursi, atau 28,3%.

Pasal 222 Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilihan Umum menyatakan bahwa pasangan calon diusulkan oleh partai politik atau gabungan partai politik peserta pemilu yang memenuhi persyaratan perolehan kursi paling sedikit 20% dari jumlah kursi DPR atau memperoleh 25% dari suara sah secara nasional pada pemilu anggota DPR sebelumnya.

Kendati telah mengantongi dukungan untuk menghadapi Pilpres 2024, namun belum ada pengumuman secara resmi ketiga parpol ini bakal resmi berkoalisi.

Yang pasti Partai Demokrat melalui Ketua Umumnya, AHY pada 26 Januari lalu, telah menyampaikan dukungan partainya untuk Anis Baswedan. Hal itu ditegaskan lagi di depan sejumlah wartawan yang menemuinya usai acara Haul ke-12 KH Zainuddin MZ di Kawasan Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Jumat malam.

Putra Presiden keenam RI itu menambahkan, telah kembali menegaskan dukungan ketika bertemu jajaran elite Partai Nasdem di Kantor DPP Partai Demokrat pekan lalu.(*)