Rencana Pembangunan Pasar Tempe Sengkang, Warga sambut Antusias

124

Berandasulsel.com – Wajo, Pasca mengalami kebakaran pada tahun 2019 lalu, pembangunan kembali Pasar tempe sengkang mendapat sambutan hangat dari masyarakat Wajo.

Salah satu tokoh masyarakat yang juga merupakan mantan wakil ketua DPRD Wajo Periode 2014 – 2019, Risman Lukman mengatakan masyarakat utamanya para pedagang yang sebelumnya berjualan di pasar tersebut sangat mengharapkan pembangunan pasar Tempe segera direalisasikan.

Selain itu, keberadaan pasar Tempe diharapkan dapat kembali menormalkan roda perekonomian masyarakat khususnya bagi pedagang.

“Jika pasar Tempe kembali beroperasi, maka masyarakat yang ada di kelurahan Tempe dan sekitarnya akan mudah mendapatkan kebutuhan mereka baik sembako, pangan maupun kebutuhan sandang” kata Risman Lukman.

Risman Lukman melanjutkan, pasar Tempe juga akan memberikan konstribusi PAD serta menjadi point penting pencapaian program bupati dalam menumbuhkan UMKM di Kabupaten Wajo.

Saat ini, tahap pembangunan pasar Tempe telah dimulai dengan dibuatnya dinding pembatas seputaran pasar, kios lama sudah dirobohkan dan diratakan, serta adanya direksi kic sebagai tempat informasi terkait dengan pembangunan pasar Tempe.

Pekerjaan Pembangunan Pasar Tempe

Sementara kontraktor pemenang tender pembangunan pasar Tempe diharapkan dapat bekerja maksimal untuk menggenjot pembangunan.

Selain itu, Risman juga berharap sebelum pengerjaan bangunan induk, harus ada komunikasi tentang tahap pengerjaan agar tidak menimbulkan efek dan impack, seperti adanya desain akses pengangkutan sampah di sisi depan pasar yang dianggap mengurangi nilai estetika dan akan menimbulkan bau tidak sedap. Penggunaan tiang pancang tidak menggunakan alat yang menimbulkan getaran kuat karena akan merusak bangunan di sekitar lokasi pembangunan pasar Tempe.

Sementara itu, penanggung jawab lapangan pembangunan pasar Tempe, Ocang Unru yang dihubungi di tempat terpisah, mengatakan sangat mengapresiasi rencana pembangunan pasar Tempe.

“Masyarakat sangat membutuhkan pembangunan pasar Tempe karena diharapkan dapat menormalkan kembali roda perekonomian masyarakat seperti sebelum terjadinya kebakaran” kata Ocang Unru.

Menurut Ocang Unru, saat ini para pedagang resah dan sangat berharap bisa segera kembali berjualan di Pasar Tempe.

Pasca kebakaran pasar Tempe tahun 2019 lalu, seluruh pedagang dipindahkan ke pasar Tempe darurat Jalur Dua. Hal ini mengakibatkan pendapatan pedagang menurun drastis karena kurangnya pembeli akibat lokasi pasar darurat yang terletak di luar kota.

Hal serupa diungkapkan salah satu pedagang yang juga merupakan kepala pasar Tempe, Sudarnin yang mengatakan dirinya sangat antusias dengan adanya rencana pembangunan kembali pasar Tempe.

Sudarnin mengaku, pasca kebakaran pasar yang memaksa pedagang harus pindah ke pasar Tempe darurat Jalur Dua, mengakibatkan pendapatan yang diterimanya mengalami penurunan drastis akibat kurangnya pembeli.

Sudarnin berharap pembangunan pasar bisa segera selesai sehingga seluruh pedagang bisa kembali berjualan di pasar Tempe agar pendapatan mereka bisa meningkat dan kehidupan ekonomi masyarakat kembali normal seperti sebelum terjadinya kebakaran pasar.(ril)