BERANDANEWS – Makassar, Pupuk Indonesia Wilayah Sulawesi Maluku dan Papua (Sulamapua) merilis realisasi atau penyaluran pupuk subsidi mencapai 170.000 ton di Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel) pada triwulan I-2026.
“Realisasi penyaluran pupuk subsidi di Sulsel sebesar 18 persen dari alokasi 971.065 ton untuk 2026. Totalnya itu sebanyak 170.000 ton tersebar di 24 kabupaten/kota di Sulsel,” kata Senior Manager Pupuk Indonesia Wilayah Sulawesi Maluku dan Papua (Sulamapua) Sukodim di Makassar, dikutip Selasa (14/4/2026).
Sukodim menyebut Pupuk Indonesia berkomitmen mendukung swasembada pangan dengan menyediakan stok di semua wilayah sesuai alokasi yang ditetapkan pemerintah.
Adapun alokasi pupuk subsidi tertinggi di Sulsel yakni Kabupaten Bone sebanyak 174.842 ton dan terendah pada Kabupaten Kepulauan Selayar sebesar 982 ton. Selayar juga menjadi daerah dengan serapan pupuk subsidi tertinggi yang telah berada di 35 persen.
“Tantangan baru di tahun 2026 ini adalah penyaluran pupuk subsidi untuk sektor perikanan,” kata Sukodim
Alokasi pupuk subsidi saat ini dibagi menjadi dua yakni sektor pertanian 868.585 ton dan sektor perikanan 102.480 ton.
Adanya penambahan alokasi pupuk subsidi yang diperuntukkan bagi sektor perikanan diikuti dengan penambahan jenis pupuk yakni SP36 yang baru ada di 2026 sebesar 23.887 ton untuk Provinsi Sulawesi Selatan.
Alokasi pupuk organik subsidi di Sulsel tahun 2026 juga bertambah dibanding tahun 2025. Tahun 2026 ini, ia mengatakan alokasi pupuk organik sebesar 98.159 ton, sedangkan tahun kemarin alokasinya hanya 62.266 ton.
“Alokasi organik tahun ini lebih besar dari tahun kemarin karena tahun ini ada alokasi untuk Sektor Perikanan,” kata Sukodim menambahkan.
Agar pupuk subsidi tetap diminati petani, Pupuk Indonesia terus melakukan edukasi dan promosi dari tingkat PUD, PPTS, sampai ke petani. Selain edukasi, juga mengadakan program undian ke petani dengan hadiah umroh ke Tanah Suci.(*)






