PSBM Ke 22 dihadiri Sejumlah Tokoh, JK beri Motivasi Saudagar Muda

15
Wakil Presiden Indonesia ke-10 dan ke-12 HM Jusuf Kalla menyampaikan sambutan dalam pembukaan pertemuan saudagar Bugis Makassar (PSBM) ke 22

BERANDANEWS – Makassar, Pertemuan Saudagar Bugis Makassar (PSBM) ke-22 tahun 2022 resmi dibuka oleh mantan Wakil Presiden HM Jusuf Kalla di Hotel Claro Jalan AP Pettarani Makassar Sabtu (14/5) pagi.

Kedatangan Jusuf Kalla disambut dengan pengalungan Syal yang disambut sejumlah tokoh Bugis Makassar yang sudah lebih dulu tiba di lokasi.

Dihadiri Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman, dan sejumlah kepala daerah dan wakil kepala daerah Sulsel. Hadir pula tokoh seperti Founder Bosowa Aksa Mahmud, Mantan Menteri Pertanian periode 2014-2019 Andi Amran Sulaiman, Ketua Kadar Dagang dan Industri (Kadin) Sulsel Andi Iwan Darmawan Aras, Mantan Ketua Umum BPP HIPMI Erwin Aksa,Anggota DPR RI Muh Aras, Andi Rio Idris Padjalangi, dan saudagar bugis makassar dari berbagai daerah di Indonesia.

Dalam kesempatannya Ketua Umum Kerukunan Keluarga Sulawesi Selatan (KKSS), Muchlis Patahna menyampaikan, PSBM ke 22 ini undangan yang hadir mencapai 1500 orang, meski dua tahun PSBM sebelumnya hanya bisa bertemu secara daring.

“Alhamdulillah PSBM kali ini kita bisa offline setelah dua tahun terakhir hanya dilaksanakan secara daring, kita undang 1.500 saudagar tangguh,” jelasnya.

PSBM Ke 22 dihadiri Sejumlah Tokoh, JK beri Motivasi Saudagar muda

Sementara itu, HM Jusuf Kalla dalam sambutannya, memberikan motivasi kepada saudagar Bugis Makassar muda dengan mengenang perjalanan bisnis Kalla Group yang bermula dari dagang pasar di Bone. Menurutnya dirinya banyak belajar menimbah ilmu dan pengalaman usaha saat membantu ayahnya berjualan di pasar.

“Waktu kecil sepulang sekolah SD di Bone, saya singgah di tokoh bapak saya, hitung uang masuk di pasar. Singgah satu dua jam bantu bapak berdagang kain,” katanya.

Salah satu kunci kesuksesan bisnis Kalla Group menurut JK, adalah pendidikan dalam lingkup keluarga, bagaimana mengajarkan pengalaman lapangan kepada generasi berikutnya.

Ketika JK melanjutkan usaha Kalla Group, ia juga melakukan hal serupa kepada generasi ketiga, putranya Solihin JK.

“Saya ingat bapak saya begitu. Bapak saya bilang sini duduk dengarkan, itu pelajaran terkuat. Ketika saya urus proyek waktu Solihin berumur 6 tahun, saya ikutkan ke Jepang,” kata JK.(*)