BERANDANEWS – Wajo, Seorang pria lanjut usia bernama PM(65) tewas setelah menjadi korban penganiayaan menggunakan senjata tajam.
Peristiwa tersebut terjadi di Dusun Lasipai, Desa Sakkoli, Kecamatan Sajoanging, Kabupaten Wajo, Sulawesi Selatan,
Rabu (4/2/2026), sekitar pukul 10.00 Wita.
Dari keterangan kepolisian, korban mengalami luka parah akibat bacokan senjata tajam jenis parang pada bagian punggung, leher, wajah, dan lengan sehingga meninggal dunia di tempat kejadian perkara (TKP).
Kapolsek Sajoanging AKP Bachri menjelaskan, kejadian bermula saat korban berada di lokasi bersama sejumlah saksi.
Tidak lama kemudian, terduga pelaku SPM (35) datang ke TKP bersama beberapa rekannya dengan menggunakan satu unit mobil dan tiga sepeda motor.
“Awalnya sempat terjadi perbincangan antara korban dan pelaku. Namun pembicaraan tersebut memanas dan berujung perdebatan,” kata Bachri.
Saat perhatian saksi teralihkan karena didekati oleh rekan-rekan pelaku, korban tiba-tiba sudah ditemukan terjatuh bersimbah darah. Pelaku bersama rekannya langsung meninggalkan lokasi usai kejadian tersebut.
Dari hasil sementara penyelidikan, peristiwa penganiayaan ini dipicu oleh persoalan batas tanah kebun antara keluarga korban dan pelaku yang telah berlangsung cukup lama dan sebelumnya sempat menimbulkan konflik.
Menindaklanjuti kejadian tersebut, Unit Reskrim Polsek Sajoanging langsung mendatangi TKP untuk melakukan olah tempat kejadian perkara dan pengumpulan keterangan saksi. Polisi juga berkoordinasi dengan Unit Resmob Polres Wajo untuk memburu pelaku.
Selain itu, pihak kepolisian melakukan upaya persuasif kepada keluarga korban guna menjaga situasi tetap kondusif serta mengarahkan pihak keluarga untuk membuat laporan resmi. Jenazah korban selanjutnya dibawa ke Puskesmas Salobulo untuk dilakukan pemeriksaan medis.
“Saat ini kami masih melakukan pendalaman dan pengejaran terhadap terduga pelaku. Perkembangan lebih lanjut akan kami sampaikan,” ujar Bachri.
Kasus ini kini dalam penanganan aparat kepolisian dan menjadi perhatian serius mengingat konflik lahan yang berujung pada hilangnya nyawa seseorang. (*)





