BERANDANEWS – Makassar, Ruas Jalan Aroepala di Makassar mendadak jadi sorotan.
Perbaikan besar-besaran yang tengah berlangsung membuat arus lalu lintas di kawasan tersebut nyaris “lumpuh”, terutama saat jam sibuk.
Sejak diberlakukannya sistem buka-tutup jalan, antrean kendaraan terlihat mengular panjang. Klakson bersahutan, pengendara motor nekat mencari celah, sementara mobil-mobil terjebak tanpa bisa bergerak cepat.
“Macetnya parah sekali, seperti tidak bergerak. Bisa terlambat kerja tiap hari,” keluh Agus seorang pengendara dengan nada kesal, Selasa (7/4/2026)
Tak sedikit warga yang meluapkan kekesalan mereka di media sosial. Video kemacetan pun viral, memperlihatkan padatnya kendaraan yang memenuhi ruas jalan dari berbagai arah.
Di sisi lain, pemerintah menyatakan bahwa perbaikan ini memang mendesak. Kondisi jalan yang rusak sebelumnya dinilai membahayakan pengguna, sehingga proyek harus segera dilakukan meski berdampak pada kemacetan sementara.
Petugas tampak berjaga di lokasi, berusaha mengurai kepadatan dan mengatur arus kendaraan. Namun volume kendaraan yang tinggi membuat situasi tetap sulit dikendalikan.
Warga kini dihadapkan pada pilihan sulit: tetap melintas dengan risiko terjebak macet panjang, atau mencari jalur alternatif yang juga tidak kalah padat.
Perbaikan ini diharapkan menjadi solusi jangka panjang.
Namun untuk saat ini, Jalan Aroepala berubah menjadi titik kemacetan yang membuat aktivitas warga Makassar terasa lebih berat dari biasanya.
Sebelumnya, proyek perbaikan jalan provinsi tersebut, ditandai dengan pemasangan kerucut lalu lintas untuk membatasi jalur kendaraan sekaligus menjaga keselamatan pengguna jalan.
Selama proses berlangsung, arus kendaraan diberlakukan sistem buka-tutup dengan satu jalur secara bergantian.
Petugas di lokasi tampak aktif mengatur lalu lintas agar kendaraan roda dua maupun roda empat tetap dapat melintas dengan aman di sisi jalan yang tidak sedang dikerjakan.
Pengerjaan dilakukan melalui skema Multi Years Contract (MYC) dalam program Multi Years Project (MYP) yang dibiayai melalui APBD.
Kepala Bidang Jalan Dinas Bina Marga dan Bina Konstruksi Sulsel, Muhammad Rosyadi, menjelaskan bahwa penanganan ruas Jalan Aroepala bertujuan meningkatkan kualitas permukaan jalan yang sebelumnya mengalami penurunan kondisi.
“Pekerjaan yang dilakukan saat ini berupa perbaikan lapisan perkerasan jalan, dimulai dari pengupasan aspal lama, perataan badan jalan, hingga nantinya dilakukan pengaspalan kembali,” ujarnya.
Ia menambahkan, Jalan Aroepala merupakan salah satu jalur dengan volume kendaraan tinggi di Makassar sehingga membutuhkan penanganan preservasi secara bertahap.
Ruas ini juga terhubung langsung dengan Jalan Hertasning yang lebih dahulu dikerjakan.
Rosyadi menegaskan, selama proses pekerjaan, pihak kontraktor diminta memastikan pengaturan lalu lintas berjalan optimal guna meminimalkan gangguan bagi pengguna jalan.
“Kami tetap mengutamakan aspek keselamatan dan kelancaran lalu lintas. Karena itu, di lapangan dipasang rambu dan pembatas jalur agar pengendara dapat melintas dengan aman,” jelasnya.
Pemprov Sulsel menargetkan peningkatan kualitas jalan ini dapat mendukung mobilitas masyarakat sekaligus memperlancar distribusi logistik di kawasan perkotaan.(*)






