Penyusunan Model percontohan KIE KB Berbasis Kearifan Lokal

Berandasulsel.com – Makassar, Kegiatan penyusunan Model percontohan KIE KB Berbasis kearifan lokal yang digelar di Hotel Almadera Makassar .

Kegiatan di ikuti oleh penyuluh lapangan KB (PLKB), dari 24 kabupaten/kota, dan OPD terkait seperti BKKBN, Program Pilihanku, Koalisi Perempuan Indonesia, wartawan senior dan staf khusus gubernur sulsel bidang media, akademisi dan tim penyusun buku.

Dalam sambutannya Kadisduk Capil Dalduk & KB, Any Kondolele, menyatakan bahwa pengendalian penduduk dan KB adalah menjadi tanggungjawab kita bersama, olehnya itu keterlibatan seluruh stakeholder sangat diharapkan.

Lebih lanjut dikatakan, tugas PLKB bukan pekerjaan mudah, sehingga PLKB hendaknya mengetahui bagaimana caranya melaksanakan tugas yang sesuai dengan budaya lokal, atau sesuai kearifan lokal.

Kenapa kearifan lokal, karena dengan KIE KB berbasis kearifan lokal karena diharapkan mampu menciptakan komunikasi interaktif karena memunculkan daya tarik, mempercepat proses penerapan karena familiar, memunculkan motivasi kuat karena berbasis kebutuhan, tumbuh dukungan sosial karena design komunikasi sejalan dengan nilai dan norma, serta akan memperluas cakupan nilai karena sistem sosial sudah mengimplementasi norma norma KIE KB berbasis kearifan lokal, karena merupakan hasil olah pikir dalam sistem pengetahuan yang telah digunakan oleh masyarakat sulsel.

Lebih lanjut, ketua panitia, Rahman Syahid P mengatakan bahwa hendaknya Model KIE KB yang dihasilkan mampu menjadi pedoman dan penuntun petugas dalduk KB dalam melaksanakan tugasnya dilapangan, khususnya di sulsel. Sehingga hal tersebut menjadi alasan, kenapa yang kami undang untuk menghadiri acara ini adalah para PLKB, karena para penyuluh lah yang lebih mengetahui tentang hal-hal yang terjadi di lapangan.

Dikatakan juga bahwa dalam kegiatan ini, selain para PLKB ikut membedah buku model KIE KB, juga di sisipkan materi bagaimana model KIE KB jaman now, yaitu bagaimana memanfaatkan IT atau medsos dalam ber KIE. Sehingga diharapkan materi dan konten KIE nya berbasis kearifan lokal, tapi penyampaiannya melalui medsos, apakah itu instagram, whatshapp, twiter ataupun facebook. (*)