Pengungsi Luar Negeri Kota Makassar ikuti Festival Seni dan Kuliner

30

BERANDANEWS – Makassar, Rudenim (Rumah Detensi Imigrasj)  Makassar bekerjasama dengan Kantor Imigrasi (Kanim) Kelas I TPI Makassar menggelar kegiatan Food and Art Festival Penvungsi Luar Negeri Kota Makassar, Sabtu (22/1).

Bertempat di Gedung Guru Jusuf Kalla Dinas Pendidikan Provinsi Sulawesi Selatan, kegiatan ini mempersembahkan karya seni pengungsi luar negeri di Kota Makassar berupa lukisan dan foto, juga persembahan tari-tarian dari pengungsi asal Srilangka.

Tak kalah menarik, pengunjung juga dapat mencicipi kuliner khas dari lima negara pengungsi, yaitu : Iran, Srilangka, Myanmar, Afganistan dan Somalia.

Selain pameran, dalam kegiatan ini juga dirangkaikan pelaksanaan eazy pasport oleh Kanim Makassar, pengunjung dapat bermohon paspor baru dan penggantian tanpa mendaftar online.

Kegiatan ini dipandu oleh MC (Master of ceremony) dari Rudenim dan pengungsi asal Pakistan yang membacakan susunan acara menggunakan Bahasa Indonesia secara fasih.

Kakanwil Kemenkumham Sulawesi Selatan dalam sambutannya mengatakan salah satu tujuan diadakannya kegiatan ini adalah dapat menjadi terapi humanistik bagi pengungsi

“Kegiatan ini diharapkan dapat meringankan beban mereka dari trauma, kecemasan, kejenuhan maupun depresi yg mereka lalui,” ucap Harun Sulianto.

Sementara Staf Ahli Bidang Pemerintahan, Hukum dan Politik yang mewakili Walikota Makassar dalam sambutannya berjanji akan berkoordinasi dengan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Makassar terkait kemungkinan pemberian pelatihan kesenian bagi pengungsi di Kota Makassar.

“Kami akan diskusikan dengan Dinas Pariwisata terkait kemungkinan pelatihan kesenian bagi pengungsi, pesan saya untuk semua marilah kita bersama-sama menjaga keamanan di Kota Makassar,” ujar  Andi Irwan Bangsawan.

Menanggapi demonstrasi pengungsi yang marak dilakukan oleh pengungsi di depan gedung menara bosowa, Andi Irwan mengatakan demonstrasi yang mereka lakukan kemungkinan karena perasaan ketidakadilan yang mereka rasakan, oleh karena itu perlu dilakukan pembinaan ke pengungsi.

“Kami dari pemerintah kota akan terbuka untuk bersinergi dalam menangani pengungsi, dan untuk demonstrasi kita harus lakukan pembinaan ke mereka” pungkas Andi Irwan.

Setelah seremoni pembukaan, kegiatan Food and Art Festival Pengungsi Luar Negeri di Kota Makassar dibuka untuk umum sampai pukul 17.00 wita.(*)