Pemprov dan Pemkot Makassar akan sediakan Asrama Bagi Siswa dan Mahasiswa asal Pulau

Berandasulsel.com – Makassar, Pulau Langkai dan Pulau Lanjukang merupakan pulau terluar di Kota Makassar. Di tempat ini, pendidikan bagi generasi penerus bangsa perlu mendapat perhatian lebih. Selain terbatas fasilitas, juga jenjang sekolah yang tersedia hanya hingga tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP).

Jumlah anak yang melanjutkan pendidikan setelah tamat SMP ke jenjang Sekolah Menengah Atas (SMA) hingga perguruan tinggi, juga tidak sampai sepuluh persen.

“Yang lanjut SMA dan kuliah hanya lima persen,” kata Ketua RW 05 Kelurahan Barrang Caddi, Badaruddin, kepada Gubernur Sulsel dan Pj Wali Kota Makassar, saat melakukan kunjungan ke Pulau Langkai, Minggu, (2/8).

Ia melanjutkan, untuk dua pulau tersebut sudah ada fasilitas pendidikan SMP, sedangkan SMA belum ada. Jadi jika ada yang ingin lanjut SMA, harus ke pusat Kota Makassar.

“Itu di kota bagi yang ada family di atas (Makassar). Tidak ada family itu yang putus sekolah,” ujarnya.

Badaruddin meminta agar Pemprov dan Pemkot bisa menyediakan asrama bagi mereka yang ingin melanjutkan pendidikan.

Di pulau seberang, di Lanjukang, salah seorang orang tua siswa, Mariam mengatakan, anak-anak di sana bisa membaca dan menulis, namun tidak memiliki ijasah. Waktu mereka juga lebih banyak dihabiskan membantu keluarga menangkap ikan. Tapi di satu sisi, ia memiliki kekhawatiran anak-anak tidak bisa melanjutkan pendidikan.

“Mereka bisa membaca dan menulis, tapi tidak ada ijasah. Itu yang paling penting kasihan. Harapan anak-anak semua bisa pintar, dapat ijasah dan lanjut di kota,” harapnya.

Sofyan, anak dari Mariam yang saat ini kelas 4 SD tentu sama dengan anak di kota memiliki cita-cita yang tinggi. Ia ingin menjadi pilot, agar dapat menerbangkan pesawat.

“Kalau besar mau jadi pilot, menerbangkan pesawat. Tidak pernah lihat langsung (dari dekat), hanya lewat-lewat (di langit),” tuturnya sambil tersenyum.

Nurdin Abdullah yang mendengarkan harapan warga pulau terluar tersebut, kemudian menyampaikan akan membicarakan hal ini dengan Wali Kota Rudy Djamaluddin

“Saya akan bicara dengan Pak Wali terutama untuk anak-anak kita yang mau lanjut SMA, yang mau lanjut kuliah. Mudah-mudahan kita siapin tempat pemondokan di Makassar,” ungkapnya.

Ini dilakukan supaya anak-anak pulau ini bisa menjadi manusia yang paripurna. Yang bisa mengubah kehidupannya dan kehidupan bangsa.

“Ini hari ini saya datang bersama Pak Wali, bersama rekan-rekan saya alumni Jepang termasuk Pak Konjen hadir juga di sini, kita datang melihat kondisi kita,” ucapnya.

Sementara itu, Rudy, juga banyak berbicara tentang pendidikan anak pulau.

“Kita sengaja datang untuk mendekatkan yang jauh. Jangan sampai yang jauh merasa semakin jauh, jika kita tidak saling mengunjungi. Meskipun jaraknya jauh dari pusat kota, namun tetap saja warga yang tinggal di pulau terluar tetap berhak mendapatkan layanan publik dari pemerintah. Salah satu yang tidak kalah pentingnya yakni fasilitas pendidikan,” terangnya.

Saat ini sedang dirancang ketersediaan asrama siswa dan mahasiswa asal pulau demi memastikan anak-anak tersebut bisa terus melanjutkan pendidikannya.

“Ini demi menggapai cita-cita tertinggi yang diimpikannya,” tambah Prof Rudy yang disambut gembira penduduk setempat.

Tim Gubernur Untuk Percepatan Pembangunan (TGUPP) Sulsel Bidang Infrastruktur, Hendra Pachri, menambahkan, pendidikan dua pulau ini menjadi perhatian dan akan dihubungkan.

“Ada satu ruang kelas mau kita renovasi,” pungkasnya. (*)