Pemkab Jeneponto Telah Gunakan Rp 40 Miliar Bantuan Keuangan Daerah 2020

Pemkab Jeneponto Telah Gunakan Rp 40 Miliar Bantuan Keuangan Daerah 2020

Berandasulsel.com – Jeneponto, Gubernur Sulsel Nurdin Abdullah disambut Bupati Jeneponto, Iksan Iskandar, bersama unsur Forkopimda saat melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Jeneponto.

Di kesempatan ini, Bupati Jeneponto, Iksan Iskandar, menyampaikan ucapan terima kasih kepada Gubernur Sulsel dan rombongan atas kunjungan ke Jeneponto.

“Terima kasih yang setinggi-tingginya kepada Bapak Gubernur telah melihat kita disini, dan sepertinya rasa rindu yang selama ini ada, itu sudah terpenuhi. Mudah-mudahan Bapak Gubernur dan seluruh jajaran diberikan kesehatan, kekuatan agar mampu mengunjugi seluruh masyarakat di Sulawesi Selatan, terkhusus masyarakat Jeneponto merasa sangat bergembira atas kedatangan Pak Gubernur,” ujarnya.

Ia menegaskan, Jeneponto juga telah ditangani dengan baik oleh Nurdin Abdullah sebagai gubernur yang begitu peduli dengan masyarakatnya.

Selain itu, Bupati Jeneponto Iksan Iskandar menyampaikan progress report terkait bantuan anggaran provinsi sebesar Rp 40 miliar di tahun 2020. Ini memperkuat anggaran keuangan daerah.

“Alhamdulillah APBD Jeneponto 2020 lebih diperkuat lagi oleh bantuan Bapak Gubernur sebanyak Rp 40 miliar, dan semuanya telah diselesaikan berdasarkan jadwal dan ketentuan yang berlaku,” ungkapnya.

Dalam laporannya, penggunaan anggaran ini telah dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Diantaranya, pembangunan jalan di sekitar Bangkala 10 Km, ditambah di Kecamatan Binamu dan Arungkeke beberapa kilo, dan selebihnya untuk sumur bor. Sebagian untuk memperindah ibu kota kabupaten, dengan membuat trotoar pejalan kaki.

Di akhir laporan, ia menyampaikan persiapan Jeneponto dalam menghadapi musim hujan.

“Menghadapi musim hujan, di awal tahun 2021 ini Jeneponto telah membuat posko siaga bencana di seluruh kecamatan dan posko induknya ada di kabupaten,” jelasnya.

Kabupaten Jeneponto tetap dalam kondisi aman terkendali, demikian juga dengan kondisi sosial. Untuk pandemi Covid-19 di Jeneponto, mulai dari April 2020 hingga Januari 2021, sudah tercatat 868 orang terkofimasi positif Covid-19.

Turut hadir juga beberapa Kepala OPD lingkup Pemprov Sulsel, Wakil Bupati Jeneponto H Paris Yasir SE, beberapa Kepala OPD Pemkab Jeneponto, Dandim, dan Kapolres Jeneponto.

Nurdin Abdullah sendiri menyampaikan tujuan kedatangannya dalam rangka silaturahim dan juga mengkoordinasikan program antara Pemerintah Provinsi dengan Pemkab Jeneponto.

“Sewaktu saya menjabat Bupati Bantaeng, program pertama yang saya buat adalah merobohkan batas kabupaten antara Bantaeng dan Jeneponto. Kenapa? Karena menurut saya Bantaeng dan Jeneponto itu satu,” ujarnya seperti yang disampaikan di awal arahan.

Selain itu, memberikan rekomendasi terkait usulan program yang disampaikan Bupati Jeneponto.

“Insya Allah dari beberapa usulan program yang disampaikan Bupati, minggu depan akan dibuatkan SK penganggarannya,” terangnya.

Nurdin Abdullah juga memaparkan berbagai program dan kebijakan ke depan. Seperti sektor infrastruktur pertanian, irigasi, kesehatan, dan pariwisata. Terkhusus irigasi, gubernur mencanangkan pembangunan irigasi tetes di beberapa daerah, termasuk Jeneponto.

Dengan irigasi tetes (drip irigasi), bisa menghemat air dan pupuk dengan membiarkan air menetes pelan-pelan ke akar tanaman, baik melalui permukaan tanah atau langsung ke akar, melalui jaringan katup, pipa dan emitor.

“Hampir semua negara sekarang itu memanfaatkan drip irigation. Jadi namanya irigasi tetes. Jeneponto itu paling tepat. Karena hasil survei kita, Jeneponto itu memiliki potensi air yang sangat besar,” terang Nurdin Abdullah.

Tahun 2021 ini juga akan diterapkan di Jeneponto. Pemprov telah memiliki data potensi air di Jeneponto.

“Untuk drip irigation, insyaallah saya ingin kirim tenaga ahli untuk menghadap Pak Bupati untuk menentukan titik lokasinya berdasarkan hasil survei mereka. Kalau kita secara bertahap bisa melakukan ini, maka Jeneponto akan menjadi lumbung pangan kita,” imbuhnya.(*)