Pembangunan RS Regional Provinsi di Luwu Mulai Ditender, Anggarannya capai Rp250 miliar

Pembangunan RS Regional Provinsi di Luwu Mulai Ditender, Anggarannya capai Rp250 miliar

BERANDANEWS – Makassar, Rumah Sakit (RS) Regional yang akan dibangun di Kecamatan Bua, Kabupaten Luwu, ditargetkan menjadi rumah sakit rujukan di kawasan Luwu Raya dengan pelayanan spesialistik dan subspesialistik lengkap.

Antara lain meliputi Penyakit Dalam, Kebidanan dan Kandungan, Anak, Kanker, Jantung dan Pembuluh Darah, Hipertensi, Uronefrologi, THT serta Mata.

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Selatan, Dr. dr. Evi Mustikawati Arifin, Sp.KK., M.Kes mengungkapkan, progres pembangunan RS Regional di Kabupaten Luwu berjalan sesuai perencanaan dan dilakukan secara bertahap serta komprehensif.

“Saat ini kami telah melaksanakan proses perencanaan secara menyeluruh, mulai dari penyusunan Feasibility Study (FS), dokumen Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (Amdal), hingga penyiapan Manajemen Konstruksi,” ungkap Evi, Selasa (10/2/2026).

“Kemudian untuk pembangunan fisik, akan menggunakan metode Design and Build yang kini sedang dalam proses tender,” tambahnya.

Dengan skema tersebut, kata dia, pembangunan fisik RS Regional direncanakan mulai pada tahun ini. RS ini dibangun sebagai upaya pemerataan layanan kesehatan rujukan di Sulawesi Selatan.

“Tujuan utamanya memperluas akses layanan rujukan bagi masyarakat Luwu Raya dan daerah sekitarnya serta mengurangi beban rujukan pasien ke Kota Makassar,” jelasnya.

Pembangunan RS Regional ini diperkirakan mencapai Rp250 miliar. Anggaran ini mencakup seluruh tahapan, mulai dari perencanaan, pembangunan fisik, hingga pengadaan alat kesehatan berstandar nasional.

“Anggaran ini kami rancang untuk memastikan rumah sakit yang dibangun benar-benar memenuhi standar pelayanan kesehatan nasional, sekaligus mampu menjawab kebutuhan layanan rujukan di kawasan Luwu Raya,” paparnya.

“Rumah sakit ini juga akan dilengkapi fasilitas penunjang modern, seperti rawat jalan dan poliklinik, Instalasi Gawat Darurat (IGD), bedah sentral, layanan jantung terpadu, layanan ibu dan anak termasuk NICU, rehabilitasi medik, radiologi (X-ray dan CT Scan), laboratorium terpadu, hingga layanan farmasi dan gizi,” urai Evi.

Kemudian ada juga fasilitas intensif seperti ICU, HCU, ICCU, PICU, One Day Care (ODC), Medical Check Up (MCU), kosmetik medik, serta layanan telemedicine akan tersedia.

“Insya Allah ditargetkan dapat rampung dan mulai dioperasionalkan setelah masa kontrak berakhir,” pungkasnya.

Sebagai informasi, Pembangunan RS ini merupakan bagian dari Program Multi Years Project (MYP) Tahun 2025-2027 yang diinisiasi Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman dan Wakil Gubernur Sulsel Fatmawati Rusdi.

Berdasarkan data Sistem Pengadaan Secara Elektronik (SPSE), proses tahapan tender kini memasuki penetapan pemenang. Tercatat ada 74 peserta tender. (*)