Pelanggar Protokol Kesehatan akan di Denda sebesar Rp.100 Ribu sampai Rp.20 Juta

Berandasulsel.com – Makassar, Penegakan protokol kesehatan Covid-19 dengan menggelar Operasi Yustisi di Kota Makassar dimulai Senin kemarin (14/9), sesuai instruksi langsung presiden Joko Widodo.

Penjabat Wali Kota Makassar, Rudy Djamaluddin mengatakan, Operasi ini dilakukan mensosialisasikan akan kesadaran dan kedisiplinan warga dalam mematuhi protokol kesehatan untuk menghindari penularan Covid-19, dimana Makassar saat ini masuk kedalam zona merah.

“Penegakan protokol kesehatan merupakan unci kesuksesan arahan pemerintah pusat terkait operasi yustisi ini,” kata Rudy.

Selain itu, Rudy berharap kesuksesan operasi yustisi dengan meningkatnya kepatuhan masyarakat dan membuat protokol kesehatan menjadi kebiasaan masyarakat.

“Dalam pelaksanaannya operasi yustisi ini kami menggunakan pendekatan secara humanis dan persuasif tetapi tegas terhadap protokol kesehatan,” jelas Rudy.

Sementara, Asisten I Kota Makassar, M Sabri, menegaskan akan ada sanksi denda bagi pelanggar protokol kesehatan di Kota Makassar sesuai dengan perwali baru yang diterbitkn Pemkot Makassar terkait sanksi tersebut sudah disosialisasikan, sehingga jika melanggar maka harus membayar didenda mulai Rp100 ribu hingga Rp20 juta.

“Regulasi baru tersebut yakni Perwali 51/2020 dan Perwali 53/2020. Keduanya mengatur terkait sanksi denda yang tidak tercantum dalam Perwali 36/2020 yang selama ini menjadi acuan penegakan disiplin penerapan protokol kesehatan di Kota Makassar,” kata Sabri.(*)