Menteri Muhadjir Ingin Desa Bontomarannu Jadi Percontohan Penurunan AKI dan AKB di Indonesia

15

BERANDANEWS – Takalar, Desa Bontomarannu, Kabupaten Takalar, Provinsi Sulawesi Selatan digadang-gadang menjadi salah satu wilayah percontohan upaya penurunan Angka kematian ibu (AKI) dan angka kematian bayi (AKB).

Karena, desa tersebut memiliki program ‘Teta Siaga’ (Ayah Siaga), yang telah dijalankan sejak 2018.

“Itu terbukti berhasil menurunkan AKI dan AKB hingga nol,” kata Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy dalam keterangan tertulisnya, Kamis (10/6).

Ia menjelaskan, program Teta Siaga merupakan kelas ibu hamil dengan aneka permainan. Misalnya, para ayah memakai kostum seperti ibu hamil yang diisi dengan beras 6 kg di bagian perut dan payudara 2 kg. Kemudian para ayah diarahkan untuk beraktivitas, naik turun tangga, berjalan, berbaring, dan berjongkok. Mereka diminta mengulang-ulangi pelajaran yang telah diberikan oleh petugas.

“Kegiatan itu rutin dilakukan setiap bulan bagi pasangan suami dengan istri yang sedang hamil,” ucap Muhadjir.

Menurut dia, program ini sangat bagus lantaran bisa meningkatkan kesiap-siagaan dan keaktifan para suami dan calon ayah dalam membantu ibu yang sedang hamil.

“Jadi, kalau sudah lahir bapaknya juga bisa bantu, bukan hanya ibu,” kata dia.

Bahkan Desa Bontomarannu memperoleh penghargaan juara 1 tingkat provinsi dalam inovasi konvergensi stunting.

Oleh sebab itu, Muhadjir berujar, program tersebut bisa diadopsi oleh desa-desa lain di Indonesia. Dengan harapan mampu mempercepat pencapaian target penurunan AKI dan AKB secara nasional.

Apalagi pemerintah memiliki Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2020-2024. Di mana target AKI dapat diturunkan dari 305 menjadi 183 per-100 ribu kelahiran hidup dan AKB turun hingga 16 per-1000 kelahiran hidup.

“Fokus pemerintah menurunkan angka kematian ibu dan balita,” tutur mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan ini.

Dalam kunjungannya, Menteri Muhadjir didampingi Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Hasto Wardoyo, Wakil Bupati Takalar, Ahmad Dg. Se’re.(*)