Mengenal Rumus pada Microsof Excel yang sering digunakan

188
Ilustrasi : Mengenal Rumus pada Microsof Excel yang sering digunakan

Microsoft Excel merupakan perangkat lunak yang berbentuk spreadsheet, yang terdiri dari kolom dan baris. Excel hadir dengan kemampuan perhitungan yang baik yang dapat membantu pekerjaan untuk keperluan pengolahan data atau pengelolaan data.

Excel sendiri memiliki banyak rumus yang bisa digunakan, seperti SUM, IF, VLOOKUP, HLOOKUP, dan sebagainya. Lalu, apa saja rumus Microsoft excel yang sering dipakai?

Berikut beberapa Rumus Excel yang Sering Dipakai

SUM
SUM merupakan rumus untuk penjumlahan pada beberapa sel yang dipilih.

Rumus SUM:
=SUM(number1:number2:…)

Penerapan rumus:
=SUM(C2:C3:C4)

SUMIF
Fungsi dari rumus SUMIF adalah menjumlahkan data pada tabel, secara khusus untuk data yang memiliki kriteria tertentu.

Rumus SUMIF:
=SUMIF(range;criteria;[sum_range])

Penerapan rumus:
=SUMIF(C4:C16;”Sidoarjo”;E4:E16)

SUMIFS
SUMIFS memiliki fungsi yang mirip dengan SUMIF, namun secara lebih spesifik SUMIFS biasanya digunakan untuk menjumlahkan data pada tabel yang memiliki 2 atau lebih kriteria.

Rumus SUMIFS:
=SUMIFS(sum_range;criteria_range1;criteria1;criteria_range2;criteria2;…)

Penerapan rumus:
=SUMIFS(G3:G17;C3:C17;”Pensil”;E3:E17;”Medan”)

COUNT
Rumus COUNT berfungsi untuk menghitung jumlah data yang hanya berupa angka saja.

Rumus COUNT:
=COUNT(value1;[value2];…)

Penerapan rumus:
=COUNT(D3:F8)

COUNTIF
COUNTIF memiliki fungsi yang sama dengan COUNT, namun COUNTIF digunakan untuk cara yang lebih spesifik dan memiliki kriteria.

Rumus COUNTIF:
=COUNTIF(range;criteria)

Penerapan rumus:
=COUNTIF(D5:D19;”Tidak Lulus”)

COUNTA
COUNTA memiliki fungsi untuk mencari data pada sel yang berupa angka maupun teks.

Rumus COUNTA:

=COUNTA(value1;[value2];…)

Penerapan rumus

=COUNTA(F4:F15)

VLOOKUP
VLOOKUP memiliki fungsi untuk menampilkan data dari tabel vertikal.

Rumus VLOOKUP:

=VLOOKUP(lookup_value,table_array,col_index_num,range_lookup)

Penerapan rumus:

=VLOOKUP(C10;B4:D6;2;FALSE)

HLOOKUP
HLOOKUP memiliki fungsi yang sama dengan rumus VLOOKUP, namun data yang ditampilkan adalah data horizontal.

Rumus HLOOKUP:

=HLOOKUP(lookup_value,table_array,col_index_num,range_lookup)

Penerapan rumus:

=HLOOKUP(A8;A2:E6;3;FALSE)

MIN
MIN digunakan untuk mencari nilai terendah dari data yang ada pada tabel.

Rumus MIN:

=MIN(number1;number2;…)

Penerapan rumus:

=MIN(G3:G15)

MAX
MAX adalah kebalikan dari MIN, yaitu mencari nilai tertinggi dalam tabel.

Rumus MAX:

=MAX(number1;number2;…)

Penerapan rumus:

=MAX(D3:D18)

IF
IF berfungsi untuk menganalisis sebuah data yang ada pada tabel. Anda bisa membuat kategori ‘benar/tidak benar’ atau ‘lulus/tidak lulus’ menggunakan rumus ini.

Rumus IF:

=IF(logical_test,[value_if_true],[value_if_false])

Penerapan rumus:

=IF(6<7,”Benar”,”Salah”) > “Benar”

=IF(6>7,”Benar”,”Salah”) > “Salah”

AVERAGE
AVERAGE memiliki fungsi untuk mengetahui nilai rata-rata pada tabel.

Rumus AVERAGE:

=AVERAGE(number1:number2)

Penerapan rumus:

=AVERAGE(C7;D7;E7;F7)

MATCH
MATCH digunakan untuk mencari kriteria tertentu yang ada pada tabel.

Rumus MATCH:

=MATCH(lookup_value,lookup_array,[match_type])

Penerapan rumus:

=MATCH(“Joni”,C3:C20,0)

CONCATENATE
Rumus terakhir dalam daftar ini adalah CONCATENATE. Fungsi dari rumus ini yaitu untuk menggabungkan beberapa nilai sel dengan cara memodifikasi kata.

Rumus CONCATENATE:

=CONCATENATE(text1,text2;…)

Penerapan CONCATENATE

=CONCATENATE(Pengirim ;J6; Penerima; K6)

Rumus rumus inilah yang sering dipakai saat penginputan data sesuai fungsinya. Semoga bermanfaat.