Lahan Proyek Rel Kereta Api Trans Sulawesi di Pangkep akan segera Rampung

206

Berandasulsel.com – Pangkep, Pembangunan proyek rel kereta api trans Sulawesi mencapai titik terang, soal pembebasan lahan proyek rel kereta api Trans Sulawesi yang di Kabupaten Pangkep, yang ditarget rampung dalam kurung dua bulan.

Kepala Kejaksaan Tinggi Sulsel, Firdaus Dewilmar menegaskan, tidak ada lagi persoalan dalam penentuan harga pembebasan lahan masyarakat di kabupaten Pangkep. Pihaknya menekankan agar tidak ada permainan harga dan kejelasan pengerjaan yang terkatung-katung disampaikan ke masyarakat.

“Semua persoalan akan segera dibayarkan, kalau putusan pengadilan sudah selesai bisa langsung dibayarkan. Setelah itu sudah dilakukan penimbunan untuk jalur,” jelasnya didampingi Bupati Pangkep, Syamsuddin Hamid beserta Dirut PT Semen Tonasa, Subhan, Jumat (19/6).

Sementara Kepala ATR/BPN Pangkep, Asmain Tombili menjelaskan, hingga saat ini sudah ada puluhan lahan yang telah dibayarkan, menyusul lagi 215 bidang yang siap dibayarkan dari total 1717 bidang di Kabupaten Pangkep.

“Ada peningkatan pembayaran lahan ganti kerugian, menyusul lagi ada 215 yang siap untuk dibayarkan. Ada beberapa juga yang dimenangkan di Pengadilan Negeri,” jelasnya.

Selain itu, saat ini disejumlah lahan yang telah dibebaskan, sementara dilakukan penimbunan dan pembangunan jalur, seperti pembangunan jalur underpass, penimbunan jalur serta pembongkaran bangunan yang telah dibebaskan untuk persiapan jalur KA nantinya.

“Proses pengerjaan di jalur yang telah dibebaskan sementara berlangsung, termasuk jalur underpass yang disiapkan dua jalur untuk kereta dan pengendara umum,” ungkap Asmain (*).