Kunjungi Pesantren DDI Mangkoso, Bupati Komitmen besarkan Pesantren di Barru

89

Berandasulsel.com – Barru, Bupati Barru Suardi Saleh berkomitmen untuk mengembangkan Lembaga pendidikan keislaman di Barru. Salah satunya Pondok Pesantren DDI Mangkoso yang dikenal sebagai lembaga pendidikan keislaman terbesar di Sulsel.

Hal tersebut terungkap saat Suardi Saleh mengunjungi pesantren yang didirikan ulama kharismatik, Anregurutta Abdurrahman Ambo Dalle. Seperti saat meresmikan sekretaris kampus II Putera DDI Mangkoso di Tonronge, Kamis (5/12)

“Pondok Pesantren DDI Mangkoso akan terus menjadi salah satu lembaga pendidikan yang sentral di Barru, dan Insha Allah bisa semakin maju dan berkembang,” tutur Suardi Saleh di sela-sela peresmian.

Pimpinan Pondok Pesantren DDI Mangkoso, AGH Prof Dr Faried Wadjedy, dan AGH Prof Dr HM Ghalib, juga didaulat meletakkan batu pertama asrama tahfidz (penghafal al-quran) di kampus II Tonrongnge.

Dalam kesempatan itu, Suardi berharap jika keberadaan asrama khusus Tahfidz, kelak banyak generasi muda, terutama dari Barru menjadi penghafal al-quran, sekaligus nantinya setelah tamat bisa mengabdi dan menyiarkan syiar-syiar Islam di berbagai pelosok Barru.

Selama kuranglebih dua jam, Suardi Saleh juga mendapat sambutan hangat dari ratusan santri di pesantren tersebut. Begitu pun para tenaga pendidik ikut berbaur, sekaligus bersama-sama menghadiri peringatan maulid.

Selain itu, Suardi Saleh menunjukkan keakrabannya dengan para ulama di pesantren ini, terutama Gurutta Faried Wadjedy. Ditambah lagi, Suardi Saleh kembali didoakan agar bisa membawa Barru lebih maju dan sejahtera.

Sebelumnya saat menerima kunjungan Menteri Perikanan dan Kelautan RI, Edhy Prabowo, Suardi Saleh secara khusus menitip harapan, agar kementerian bisa membagikan bibit ikan lele untuk dibudidayakan dan dikelola oleh lingkungan pesantren.

Bukan hanya ke DDI, alumni Unhas Makassar ini, aktif menghadiri kegiatan keagamaan yang digelar berbagai ormas dan organisasi keagamaan. Seperti belum lama ini, turut hadir di pengajian yang digelar Wahdah Islamiyah. (ril)