Kota Makassar masih tinggi, Gubernur imbau Warga lebih Disiplin terapkan Protokol Kesehatan

182

Berandasulsel.com – Makassar, Gubernur Sulsel, Nurdin Abdullah himbau daerah yang nilai Rt-nya di atas 1 termasuk Kota Makassar untuk lebih massif dalam penanganannya.

Nurdin Abdullah menilai masih ada beberapa kecamatan yang tingkat penyebaran Covid-19 masih tinggi. Salah satu yang disoroti, Kecamatan Tamalate. Sebelumnya tingkat penularan virus korona sudah bisa melandai di akhir Mei lalu. Itupun jika warga disiplin mematuhi protokol kesehatan.

“Masyarakat harus disiplin. Minimal itu tadi penggunaan masker, jaga jarak, terus tangan bersih, hidup sehat. Itu sesungguhnya yang kita harapkan,” ungkapnya.

Nurdin tak ingin tergesa gesa untuk menerapkan skenario new normal. Upaya pemerintah memutus mata rantai penularan, harus ikut mendapat dukungan penuh dari warga sendiri yang patuh pada pedoman protokol kesehatan.

Sementara Pj Wali Kota Makassar, Yusran Jusuf enggan berkomentar lebih jauh saat ditanya terkait penanganan Covid-19 di Makassar. Namun dikatakan, rapid tes massal akan digelar di lima kecamatan yang dianggap episentrum penyebaran virus korona.

“Yang jelas besok rapid massal. Di lima kecamatan episentrum,” singkat Yusran sembari meninggalkan kantor Gubernur Sulsel.

Sementara Data Posko Induk Info Covid-19 Makassar per tanggal 3 Juni 2020 pukul 11.00 WITA, total positif di Kota Makassar tercatat telah mencapai 967 orang dimana 113 diantaranya merupakan warga luar Makassar. Dari total angka itu, dirincikan sebanyak 472 orang masih dirawat, 67 meninggal, dan 428 lainnya telah sembuh.

Sedangkan jika melihat tingkat penyebaran kasus Covid-19 per kecamatan, telah ada 118 kasus terkonfirmasi positif di Kecamatan Tamalate. Lalu Kecamatan Panakukang 98 orang, Rappocini 92, Biringkanaya 80, dan Manggala 67, serta Kecamatan Tallo 65 kasus positif Covid-19.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Makassar, Naisyah Tun Azikin tak menampik, keenam kecamatan itupulah yang akan menjadi fokus. Enam wilayah itu disiapkan sekitar 5000-6000 alat rapid untuk pemeriksaan 5.000-7.000,” singkat Naisyah.

Sebelumnya Pemkot Makassar juga telah melakukan pemeriksaan rapid test. Pelelangan ikan di Paotere, Kecamatan Ujung Tanah menjadi sasaran pelaksanaannya, kemarin. Sekitar 300 alat rapid test disiapkan untuk pemeriksaan kepada pedagang maupun pembeli.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Makassar, Naisyah Tun Azikin mengaku, pihaknya menyediakan 300-400 alat rapid test.

“Ini sesuai jumlah pedagang yang kami dapatkan datanya dari kecamatan,” kata Naisyah dalam rilisnya.(*)