Kongres VII Asosiasi Fakultas dan Bisnis Indonesia dibuka Sekda Provinsi Sulsel

Pembukaan Kongres VII Asosiasi Fakultas dan Bisnis Indonesia

Berandasulsel.com – Makassar, Sekretaris Daerah Provinsi Sulawesi Selatan, Abdul Hayat, menghadiri Pembukaan Kongres VII Asosiasi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Indonesia (AFEBI) dan Seminar Nasional di Hotel The Rinra Makassar, Rabu (23/10).

Dalam sambutannya, Abdul Hayat mengharapkan kegiatan tersebut dapat diperoleh suatu hasil yang maksimal untuk medukung program baik pemerintah pusat maupun daerah.

“Kita berharap hari ini ada diskusi yang cerdas, ide-ide atau gagasan yang cerdas untuk Sulawesi Selatan dan Indonesia secara umum,” harap Abdul Hayat.

Abdul Hayat menambahkan bahwa pemerintah daerah sangat mengapresiasi terlaksananya kegiatan digagasa oleh Asosiasi Fakultas Ekonomi dan Bisnis se-Indonesia.

“Bagaimanapun juga prioritas pembangunan nasional melalui pidato politik Presiden Joko Widodo, yaitu bagaimana menggagas SDM yang unggul. Tugas kita adalah memberikan kepastian konkrit, saya katakan kurangi diskusi dan perbanyak eksekusi,” tambahnya.

Lebih lanjut, Abdul Hayat menjelaskan hal yang tidak kalah pentingnya yang harus diperhatikan adalah ketersediaan infrastruktur yang kuat, destinasi wisata, ketahanan pangan yang kuat, sampai pada reformasi birokrasi.

“Kaitannya dengan mindset yang harus kuat untuk merubah paradigma. Paradigma itulah yang harus terus-menerus kita lakukan,” lanjut Abdul Hayat.

Menutup sambutannya, Abdul Hayat menyebutkan bahwa satu hal yang dilakukan negara berkembang adalah akademisi tidak bosan-bosan menengok pemerintah, tetapi ketika nanti negara sudah menuju ke negara kaya, akan terbalik pemerintah yang akan mencari akademisi.

“Saya tahu betul saat ini perguruan tinggi selalu mengajak pemerintah untuk bekerjasama, tetapi lima sampai sepuluh tahun kedepan pemerintah yang harus mencari perguruan tinggi terkait apa yang praktis, apa paradigma yang kita harus buat untuk pendekatan efisiensi dan efektivitas,” tutupnya.

Hadir dalam acara tersebut Rektor Universitas Hasanuddin, Ketua Dewan Pengurus Nasional Asosiasi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia, Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Hasanuddin, serta perwakilan universitas se-Indonesia.(*)