Kolam Retensi di Depan Kantor Gubernur belum bisa di Operasikan untuk Cegah Genangan

99

Berandasulsel.com – Makassar, Kolam retensi yang dibangun untuk menampung air genangan di Urip Sumiharjo depan Kantor Gubernur Sulsel ternyata belum bisa difungsikan maksimal. Walaupun sudah akan difungsikan, ternyata masih ada kendala yang dihadapi dalam pengoperasiannya.

Salah satu penyebabnya dibutuhkan daya listrik yang cukup besar menggerakkan pompa. Pasalnya suplay listrik di kantor gubernur saat ini, tidak bisa karena tidak mencukupi. Akhirnya, diputuskan untuk membuka sambungan listrik baru khusus untuk kolan retensi itu.

Kepala Dinas PSDA-CKTR Sulsel, Darmawan Bintang, mengatakan, proyek untuk penanganan banjir ini secara konstruksi sudah tuntas. Bahkan bagian atas sudah ditutupi dengan lapisan tanah dan ditanami rerumputan.

“Sudah rampung itu fisiknya. Memang belum difungsikan. Menunggu pasokan listrik PLN,” ungkapnya.

Kata Darmawan, pengoperasian aquapond ini membutuhkan daya listrik yang cukup besar. Ada pompa di bagian ujung tangki penyimpanan yang akan memompa air keluar sesuai ketinggian permukaan air yang diatur. Panjang tangki itu 70 meter dengan lebar 8 meter.

“Tinggi air maksimal 2 meter. Pompa bisa diatur bekerja minimal ketinggian 30 sentimeter. Meskipun daya listrik besar tetapi pompa beroperasi hanya temporer, saat hujan berlangsung. Pompanya bekerja otomatis nanti,” terangnya.

Saat ini, pihaknya juga menunggu penyerahan kolam retensi dari pemerintah Jepang. Namun ternyata prosedurnya cukup panjang. Tidak langsung ke Pemprov seperti yang diperkirakan.

“Jadi penyerahannya dari Jepang ke pemerintah pusat dahulu tepatnya KemenPUPR. Nanti baru ke Pemprov. Sementara berproses penyerahan dari Jepang ke KemenPUPR. Meskipun belum diserahkan ke Pemprov tetapi tidak menunda pengoperasian,” tuturnya.

Kasubbag Urdal Biro Umum Sulsel, Andi Asri, menambahkan, pihaknya sudah mengajukan permintaan tambahan suplai listrik ke PLN. Daya listrik yang saat ini terpasang di kantor Gubernur tak cukup untuk menyuplai listrik untuk pompa aquapond.

“Kita butuh tambahan di atas 11.000 Kv lagi. Sementara proses pengajuan ke PLN. Apalagi sudah masuk musim hujan, harus dipercepat pemasangan,” jelasnya.

Asri bahkan menuturkan, untuk pemasangan akan menunggu juga pihak Yamau, Jepang. Koneksi listrik ke aqua pond mesti didampingi tim Yamau selaku perusahaan yang memproduksi beton pracetak aqua pond.(*)