Kolaborasi Pemprov Sulsel dan BPJS Ketenagakerjaan Hadirkan Ruang Terbuka Hijau Emmy Saelan di CPI

Berandasulsel.com – Makassar, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulawesi Selatan (Sulsel) dengan BPJS Ketenagakerjaan (BPJamsostek), melalui Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL), institusi yang bergerak di bidang jaminan sosial ini membawa misi untuk menjaga kelestarian lingkungan dengan membangun landmark BPJamsostek, dengan nama Taman Emmy Saelan.

Setelah melalui proses pembangunan selama 18 bulan, akhirnya landmark BPJamsostek di Kota Makassar resmi dibuka Sabtu (29/8).

Hal tersebut ditandai dengan penyerahan kembali aset kepada Pemprov Sulsel dan ditandatanganinya prasasti oleh Gubernur Sulsel, Nurdin Abdullah dan Direktur Utama BPJamsostek, Agus Susanto.

Pemprov Sulsel sengaja menempatkan landmark di lokasi tersebut karena di tempat yang sama telah berdiri Masjid 99 Kubah, yang juga menjadi ikon Kota Makassar, dan pasti akan banyak dikunjungi oleh wisatawan.

“Pemprov Sulawesi Selatan mengapresiasi dan berterima kasih kepada BPJamsostek yang telah membangun taman yang indah ini. Kami berkomitmen menjaga, merawat dan memanfaatkannya untuk kegiatan-kegiatan positif,” ujar Nurdin Abdullah.

Sedangkan, Agus dalam sambutannya menyebutkan, pembangunan landmark ini bertujuan untuk memperkenalkan BPJamsostek kepada masyarakat. Serta menyediakan ruang terbuka hijau yang bisa digunakan oleh masyarakat sebagai arena bermain anak, olahraga, hingga ajang bersosialisasi.

Untuk lebih memperkenalkan program dan manfaat yang dimiliki oleh BPJamsostek, maka RTH seluas 2,5 hektare yang berlokasi di Center Point of Indonesia ini dibagi menjadi empat zona sesuai dengan jumlah Program Jaminan Sosial yang dimiliki oleh BPJamsostek.

Zona pertama adalah zona Jaminan Hari Tua (JHT) yang berisikan jalur refleksi. Zona kedua yaitu zona Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) yang berisi fasilitas olahraga. Zona ketiga bernama zona Jaminan Pensiun (JP) yang merupakan jalur jalan dan area untuk bersantai. Zona keempat diberi nama zona Jaminan Kematian (JKM) yang berisikan fasilitas ampitheater sebagai tempat perenungan dengan 30 tiang di atas kolam.

Proses pembangunan landmark BPJamsostek di Kota Makassar ini dimulai sejak Desember 2017, yaitu berupa penandatangan nota kesepahaman (MoU) antara BPJamsostek dan Pemprov Sulsel. Kemudian pada bulan April 2018, dilanjutkan dengan pencanangan pembangunan landmark, yang akhirnya pada 29 Agustus 2020 diserahkan kepada Pemprov Sulsel

“Kami mengapresiasi program TJSL yang telah diimplementasi oleh manajemen berupa ruang terbuka hijau. Kami berharap landmark BPJS Ketenagakerjaan ini dapat mendukung kelestarian lingkungan dan memberikan kesejahteraan bagi masyarakat sekitar,” tambah Guntur Witjaksono, Ketua Dewan Pengawas BPJamsostek.

Saat ini BPJamsostek juga sedang menyelesaikan pembangunan RTH dengan konsep serupa di Kabupaten Gianyar Bali, serta melakukan penjajakan dengan beberapa pemerintah provinsi atau kabupaten untuk rencana pembanganan RTH lainnya.

“Semoga RTH ini dapat menjadi kebanggaan baru Kota Makassar dan kami berharap masyarakat ikut menjaga kelestarian taman ini dan memanfaatkannya untuk beragam kegiatan postif,” tutup Agus. (*)