Ketua KNPI Makassar: Rutan Bukan Simbol Kesalahan, Tapi Ruang Kemanusiaan

Ketua Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kota Makassar, Syamsul Bahri Majjaga

BERANDANEWS – Makassar, Ketua Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kota Makassar, Syamsul Bahri Majjaga, mengajak seluruh elemen masyarakat untuk lebih jernih dan adil dalam menyikapi berbagai isu miring yang beredar terkait Rumah Tahanan Negara (Rutan) Makassar.

Menurutnya, derasnya arus informasi di ruang publik kerap melahirkan kesimpulan tergesa-gesa yang menempatkan rutan dan aparaturnya sebagai pihak yang selalu bersalah, bahkan dilabeli dengan narasi konspiratif yang tidak selalu berdasar pada fakta utuh.

“Rutan Makassar tidak bisa terus-menerus diposisikan sebagai simbol kesalahan. Di sana ada sistem, ada aturan, dan ada manusia yang bekerja menjalankan tugas negara dalam kondisi yang tidak sederhana,” ujar Syamsul Bahri Majjaga, Kamis (8/1/2026).

Ia menegaskan bahwa kritik adalah bagian penting dari demokrasi, namun kritik yang sehat harus dibangun di atas prinsip keadilan, proporsionalitas, dan kemanusiaan, bukan prasangka atau penghakiman kolektif.

“Jika ada persoalan, tentu mekanisme hukum dan pengawasan tersedia. Tapi membangun opini seolah rutan adalah ruang gelap penuh rekayasa justru menutup ruang dialog dan perbaikan yang konstruktif,” tegasnya.

Syamsul juga mengingatkan bahwa aparatur pemasyarakatan bekerja dalam tekanan besar: menjaga keamanan, ketertiban, sekaligus memastikan hak-hak dasar warga binaan tetap terpenuhi. Realitas ini, kata dia, sering kali luput dari sorotan publik.

“Di balik tembok rutan, ada kerja-kerja sunyi yang jarang terlihat. Aparatur rutan bukan hanya penjaga, mereka juga pelaksana pembinaan. Mereka manusia, bukan mesin, apalagi musuh masyarakat,” lanjutnya.

Memasuki tahun 2026, KNPI Kota Makassar mengajak semua pihak untuk mengubah cara pandang terhadap rutan dan sistem pemasyarakatan secara lebih dewasa dan berimbang.

“2026 ini, mari kita hentikan stigmatisasi, hentikan prasangka, dan mulai membangun narasi yang adil serta manusiawi. Membela kemanusiaan berarti juga memberi ruang kepercayaan kepada institusi yang sedang bekerja dan terus berbenah,” pungkas Syamsul Bahri Majjaga.

KNPI Kota Makassar berharap ruang publik ke depan diisi dengan diskursus yang mendorong perbaikan bersama, bukan saling curiga, demi terwujudnya sistem pemasyarakatan yang berkeadilan dan bermartabat.(*)