Ketua Dekranasda Sulsel resmikan Galeri Besse Dala Tikka di Wajo

Berandasulsel.com – Wajo, Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Sulsel, Lies F Nurdin, melakukan kunjungan kerja di Kabupaten Wajo, Senin, (28/9).

Lies meresmikan Sekretariat dan Galeri Dekranasda Kabupaten Wajo serta Pengukuhan Pengurus Dekranasda Wajo Periode 2019-2024, sekaligus menyaksikan pengukuhan Asosiasi Silk Solution Centre (SSC) di Kantor UPT Pertenunan Sutera dan Pusat Promosi Sentra IKM, Dinas Perindustrian, Jalan Andi Magga Amirullah.

Selain itu, juga melakukan penutupan Bimtek Desain dan Pewarnaan Sutera dan silaturahmi serta memberikan bantuan kepada lansia.

Lies mengaku sangat senang dan bangga dengan hadirnya galeri ini. Sebab akan menambah semangat para pengrajin, karena mereka dapat memamerkan produk-produk karya khas Wajo.

Galeri ini diberi nama Besse Dala Tikka, sosok putri bangsawan Wajo yang menjadi idola masyarakat, memiliki arti nama matahari yang memancar. Memiliki visi pada penenun mengangkat emansipasi wanita untuk membantu rumah tangga.

“Saya kira dengan terbentuknya ini, semangat dari pengrajin bertambah karena mereka dapat memamerkan produk-produk mereka,” kata Lies.

Galeri ini sekaligus menjadi tempat wisata edukasi untuk tamu yang datang ataupun siswa-siswa yang ada di Wajo untuk belajar persuteraan.

Ia yakin, dengan hadirnya galeri ini, maka kejayaan sutera Sulsel dari Sengkang akan dapat kembali dicapai. Ia juga memuji corak sutera khas Wajo.

Sedangkan, Ketua Dekranasda Wajo, Sitti Maryam, menyebutkan, galeri ini merupakan tempat membina dan mengembangkan produk kerajinan. Juga wadah mempromosikan produk IKM, UMKM dan UP2K (Upaya Peningkatan Pendapatan Keluarga).

Galeri ini menjadi etalase menghadirkan 14 kecamatan yang ada di Wajo melalui produk karya kerajinan.

“Di sana ada miniatur, setiap lemari ada potensi atau unggulan tiap kecamatan, desa atau kelurahan yang ada. Saya berharap kita mengunjungi desa kita dengan waktu terbatas cukup datang ke galeri ini,” ucapnya.

Sementara, Bupati Wajo, Amran Mahmud, mengatakan, dengan kehadiran Dekranasda mampu menopang perekonomian masyarakat di tengah pandemi Covid-19.

Ia menyebutkan, di Wajo persuteraan sudah dikenal sejak tahun 1950an. Bahkan ia ke Thailand mendatangi perusahaan besar dunia sutera dan menemukan fakta perusahaan tersebut pernah belajar di Wajo.

“Kenapa kita tertinggal? Ternyata banyak hal yang perlu dilakukan, yakni revitalisasi kembali, kita benahi, khususnya yang menjadi problematika besar pengrajin kita itu bahan baku,” paparnya. (*)