
BERANDANEWS – Makassar, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi (Kemdiktisaintek) memberikan dukungan kepada para peneliti untuk terus fokus memperkuat riset yang dapat memberikan dampak bagi masyarakat.
Hal itu disampaikan Direktur Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan Kemdiktisaintek, I Ketut Adnyana saat memberikan kuliah umum kepada para dosen Universitas Muslim Indonesia (UMI), Jumat (11/7/2025).
I Ketut Adnyana mengatakan hal ini sesuai visi misi agar perguruan tinggi memiliki arah gerak dan tujuan yang selaras dengan pemerintah.
“Jadi, di sini jelas kata kuncinya, menjadikan perguruan tinggi, termasuk UMI lebih berkembang dan berdampak yang salah satu parameternya mempercepat transformasi sosioekologi dan ekonomi yang berkelanjutan,” ujarnya.
Dalam kesempatan ini, I Ketut mengutip pesan Presiden Prabowo Subianto “Hanya bangsa yang menguasai sains dan teknologi yang akan menjadi bangsa yang makmur”. Pentingnya sains dan teknologi ini juga yang akhirnya dimasukkan dalam Asta Cita Presiden.
Ia menjelaskan sebagai seorang akademisi, saintis atau peneliti, bisa dikatakan orang-orang yang terpilih. Untuk itu, para peneliti harus memberikan dampak paling tidak untuk diri sendiri ataupun lingkungan kecil sekalipun.
Ia mengingatkan bahwa bangsa yang menguasai sains dan teknologi dalam hal ini adalah inovasi, data membuktikan bangsa tersebut lebih makmur. Sebaliknya, bangsa yang sains dan teknologi disertai inovasinya rendah, tingkat kemakmuran rakyatnya juga rendah.
“Manfaat sains dan teknologi sudah dibuktikan oleh sejumlah negara, seperti Luxembourg, Irlandia, Singapura, Swiss, Amerika Serikat,” ujarnya.
Ketua LP2S UMI Prof Dr Baharuddin Semmalia MSi mengatakan UMI tahun ini menjadi kampus penerima pendanaan penelitian dan pengabdian kepada masyarakat (PKM) tertinggi di lingkup LLDikti IX dari Kemdiktisaintek senilai Rp70 miliar dengan perkembangan dan peningkatan mencapai 50 persen.
“Pendanaan penelitian tertinggi berada pada klaster utama diraih oleh UMI sebanyak 52 judul dengan nilai Rp6,2 miliar,” sebutnya.
Selanjutnya, pendanaan PKM juga dipegang oleh UMI dengan jumlah judul terbanyak lingkup LLDIKTI IX dengan status Klaster Utama dengan rincian, UMI 34 judul, UCP 20 judul, Unibos (14 judul), Unismuh Makassar (11 Judul) dan Unismuh Sidrap tujuh judul.(*)