Kadispora Sulsel, “Kita Butuh Manajemen Organisasi Olahraga yang Modern”

107

Berandasulsel.com – Makassar, Pelatihan Peningkatan Profesional Manajemen Olahraga dan Kapasitas Organisasi Olahraga Fungsional, Profesional dan Prestasi yang digelar Asisten Deputi Peningkatan Tenaga dan Organisasi Keolahragaan Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora), dihadiri Kepala Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Kadispora) Provinsi Sulawesi Selatan, Sri Endang Sukarsih, pada Rabu (9/10/2019)

Bertempat di Hotel Claro Makassar kegiatan ini berlangsung selama tiga hari, (9/11/2019), diikuti sedikitnya 100 peserta dari unsur KONI Sulsel, pengprov cabang olahraga, Dispora Sulsel, akademisi olahraga UNM, dan pemerhati olahraga di Sulsel.

Kadispora Sulsel, Sri Endang Sukarsih mengatakan manajemen olahraga harus dikelola secara modern, maju dan sehat. Apabila organisasi olahraga tidak menerapkan prinsip manajamen yang baik, tentunya akan berpengaruh kepada pembinaan prestasi olahraga yang tidak maksimal.

“Jika manajemen kurang bagus, bagaimana atletnya bisa berprestasi baik. Kita akan ketinggalan karena olahraga prestasi itu persaingan. Makanya perlu pelatihan ini agar teman-teman pengurus cabor dapat memahami manajemen olahraga yang baik, dan ke depan olahraga sudah menjadi industri, dimana tata kelola olahraga dilakukan secara mandiri, tidak lagi tergantung sepenuhnya kepada pemerintah ”, ujar Sri Endang Sukarsih.

Sementara itu, Kabid Peningkatan Mutu Wasit, Juri dan Tenaga Pendukung Kemenpora, Haryanto, selaku Ketua Panitia melaporkan tujuan pelatihan adalah adanya peningkatan kompetensi manajemen pengelola dan pembina organisasi olahraga di daerah. Selain itu, ada perubahan pola pikir (mindset) manajemen organisasi olahraga.

“Pemerintah melalui Kemenpora berupaya agar ada peningkatan kompetensi manajemen pengelola dan pembina organisasi olahraga sebagai ujung tombak pembinaan atlet berprestasi di Sulsel. Selain itu diharapkan ada perubahan mindset bahwa mengelola olahraga harus mandiri, sesuai dengan tupoksinya dan sejalan dengan AD/ART organisasi cabornya,” tutur Haryanto. (red)