Kader Muda Golkar Makassar Ancam Demo Jika Irianto Ahmad Ditunjuk Sekretaris

31

BERANDANEWS – Makassar, Kondisi kepengurusan di Golkar Makassar makin tidak pasti, pasca penunjukan Munafri Arifuddin selaku Ketua DPD Golkar Makassar beberapa waktu lalu menimbulkan Isu penujukan sekertaris menjadi polemik yang terus berlanjut dan diduga ini adanya campur tangan Golkar Sulsel untuk mengintervensi posisi tersebut.

Kader Golkar Makassar Muhammad Ishak angkat bicara terkait hal ini

“Seharusnya partai golkar makassar saat ini sudah harus bergerak dan membenahi struktur dari kecamatan sampai kelurahan tapi sampai saat ini masih terus tarik menarik hanya karna adanya indikasi beda keinginan menempati posisi sekertaris yang di inginkan dpd 1 dan ketua terpilih pak Appi”, kata Ishak.

Menurutnya, hal seperti ini tidak sesuai dengan paradigma Golkar baru.  Paradigma baru berarti harus profesional, tanpa ada yang di inginkan apalagi di amankan .

Sementara itu, Ridwan Amirullah yang juga kader muda golkar makassar pertanyakan Eksistensi Irianto Ahmad selama dia menjadi pengurus di makassar.

“Pak Anto tidak membawa efek besar bagi partai golkar, dia sudah pernah sekertaris, dia juga sudah plt ketua golkar makassar, akan tetapi tidak membawa angin segar selama dikepengurusan, terakhir jadi PLT Ketua tapi lari dari tanggung jawab saat panitia lagi sibuk persiapkan musda”, jelas Ridwan.

Ridwan yang juga Sekretaris Pimpinan Kecamatan Partai Golkar dibawah kendali Farouk M Betta, mengatakan bahwa Sesuai Pasal 14 Ayat 2 Anggaran Dasar Dan Anggaran Rumah Tangga Hasil Keputusan Musyawarah Nasional Ke X Partai Golongan Karya Tahun 2019 Nomor : VIII/MUNAS-X/GOLKAR/2019

“Komposisi dan nama-nama bidang dewan pimpinan kabupaten / kota di tetapkan oleh ketua di bantu oleh anggota formatur”, tambahnya.

Selain itu, Anggota formatur hanya membantu ketua formatur atau ketua terpilih dalam hal ini  Munafri Arifuddin untuk menyusun Struktur Partai bukan memaksakan kehendak meminta jabatan. Keberadaan formatur saat ini seharusnya berkoordinasi dengan seluruh pimpinan kecamatan untuk meminta Rekomendasi nama – nama yang berpotensi di wilayahnya untuk masuk struktur partai golkar kedepan.

“Insya Allah dalam waktu dekat ini Kami Akan melakukan Aksi di depan DPD 1 terkait SK yang urung sangat lambat sehingga kerja – kerja Politik partai Golkar juga lambat”, tegasnya.(*)