Kabar Gembira, Insentif Guru Honorer Naik 100 Persen Tahun Depan

112

Berandasulsel.com – Makassar, Kabar gembira bagi guru honor jenjang SMA/SMK/SLB yang selama ini menjadi kewenangan Pemprov Sulsel.

Dinas Pendidikan (Disdik) Sulsel berencana menaikkan insentif guru honorer di tahun 2020 mendatang. Hal ini diungkapkan Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pendidikan Sulsel Asri Sahrun Said.

Asri Sahrun mengatakan memang selama ini insentif untuk guru honorer terbilang masih terbilang kecil, yakni hanya Rp10 ribu per jam mengajar. Jika memungkinkan, nilainya akan dinaikkan sebesar 100 persen dari yang dibayarkan sekarang. Artinya, jika usulan tersebut disetujui, maka insentif yang akan diberikan menjadi Rp20 ribu per jam mengajar.

Asri Sahrun yang juga sebagai Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Sulsel itu mengatakan, saat ini jumlah guru honorer yang tercatat di Pemprov Sulsel sebanyak 9.000 orang. Namun yang diback-up melalui APBD hanya sekitar 7.000 orang.

“Dari APBD itu hanya 7.000 guru honorer. Itupun masih dengan jumlah (insentif) yang masih terbatas,” sebut Asri.

Pemprov Sulsel berupaya menaikkan insentif guru menjadi Rp20.000/jam. Nilai maksimal yang bakal diusulkan dan disesuaikan dengan kebutuhan anggaran provinsi. Rencana ini akan dibawa dan dibahas ke DPRD Sulsel.

“Kami sementara mengkomunikasikan dengan pihak DPRD. Gubernur juga sudah memberikan lampu hijau, sekiranya insentif guru per jam ini kita tingkatkan. Kami berharap kalau bisa 20.000 per jam. Tambah Asri.

Disdik Sulsel, menurut Asri, tengah merapikan database dan kelengkapan administrasi para guru honorer. Hal itu terkait rencana pemberian nomor register kepada mereka.

“Yang pasti kita akan merapikan administrasinya. Ini kita lagi persiapkan untuk membuat nomor register untuk honorer. Pokoknya kita kerja keras. Pak Gubernur juga sudah sampaikan anggaran kita sesuai kebutuhan,” pungkas Asri.

Gubernur Sulsel Nurdin Abdullah menekankan, kinerja guru honorer mesti dievaluasi tiap tahun. Dirinya tak ingin ada tenaga pendidik yang bekerja tidak sesuai target. Di satu sisi, pemerintah sudah memberikan insentif.

“Guru-guru yang bagus harus diperbaiki dan dipertahankan. Tunjangan itu harus seiring dengan kapasitas dia. Kalau kapasitas bagus, guru ini dibutuhkan, kita perbaiki tunjangannya,” jelas Nurdin.

Menanggapi hal tersebut, Wakil Ketua Komisi E DPRD Sulsel Arum Spink, menegaskan hingga saat ini rencana kenaikan insentif tersebut belum ada. Masih sebatas rencana Disdik Sulsel.
“Jadi, belum ada. Itu baru sebatas rencana Dinas Pendidikan Sulsel,” ujar legislator Partai Nasdem Sulsel ini.

Hal berbeda disampaikan Ketua Komisi E DPRD Sulsel Rusdin Tabi. Politisi Partai Gerindra Sulsel ini juga mengapresiasi niat Disdik Sulsel.

“Kami sangat menyambut baik niat pemprov untuk menaikkan insentif guru honorer. Karena tidak dipungkiri kesejahteraan mereka selama ini terabaikan. Padahal sebenarnya merekalah yang menjadi tulang punggung di sekolah-sekolah,” pungkas Rusdin Tabi. (*)