Jelas Akhir Tahun, Pemprov inginkan penambahan Kuota BBM

91

Berandasulsel.com – Makassar, Gubernur Sulsel, Nurdin Abdullah, mengatakan strategi yang diperlukan dalam menghadapi inflasi. Termasuk peran pemerintah daerah mengendalikan inflasi, di tengah berbagai persoalan yang ada.

Inflasi Sulsel sampai dengan Oktober 2019 tercatat 3,36 persen (yoy), berada pada rentang sasaran target inflasi 3,5±1 persen. Tekanan inflasi Sulsel pada akhir tahun diperkirakan mengalami kenaikan sesuai dengan polanya. Sedangkan pada triwulan III-2019, ekonomi Sulsel tercatat tumbuh 7,21persen (yoy) dan menjadi pertumbuhan ekonomi tertinggi di Indonesia.

Rapat tingkat pengambil kebijakan ini dihadiri oleh anggota Forkopimda Sulsel, bupati/wali kota, lembaga dan instansi negara, juga rektor se-Sulsel. Pertemuan ini membahas peran pemerintah dalam mengendalikan inflasi menjelang Natal dan Tahun Baru.

Wakil Ketua DPRD Sulsel, Muzayyin Arif, yang hadir memberikan apresiasi terhadap pemerintah provinsi yang merespon berbagai persoalan yang ada di masyarakat pada pertemuan tersebut.

Ia mensupport pemerintah melakukan program yang membantu percepatan pembangunan di Sulsel. Demikian juga agar pemerintah bisa menjaga stabilitas harga dan ketersediaan bahan pangan seperti beras, telur, ayam dan ikan.

“Sebagai mitra pemerintah, kita mengapresiasi strategi yang ditawarkan pihak provinsi. Namun, perlu segera melakukan rencana aksi sehingga pemerintah siap menghadapi pergantian tahun,” kata Muzayyin.

Muzayyin menyampaikan, banyak menerima laporan dari masyarakat terkait kelangkaan BBM. Utamanya solar. Setiap sore di sepanjang jalan sekitar SPBU Kabupaten Maros, menumpuk truk yang menunggu BBM.

Hal ini, tidak jarang menimbulkan kemacetan yang panjang.

“Persoalan itu harus segera diselesaikan agar tidak jadi faktor penghambat pembangunan Sulsel,” sebutnya.

Sebelumnya, terkait hal ini, Gubernur Nurdin Abdullah menyampaikan telah mengirimkan surat untuk penambahan kuota.

“Kami telah menyurat ke BP Migas untuk menambah kuota Sulsel. Hal ini terutama untuk memenuhi kebutuhan menjelang natal dan tahun baru,” jelas Nurdin Abdullah. (*)