Hidupkan Ramadhan, Pemuda PERTI Sulsel Bakal gelar Diskusi Rutin Angkat Masalah Sosial Keumatan

Wakil Ketua Umum PW Pemuda PERTI Sulsel bidang Litbang Ibnu Hajar, M. Sos.

BERANDANEWS – Makassar, Pimpinan Wilayah Pemuda Tarbiyah Islamiyah (PERTI) Sulawesi Selatan akan mengisi bulan suci Ramadan 1447 Hijriah dengan menggelar rangkaian diskusi bertema Pendidikan Islam.

Kegiatan ini direncanakan berlangsung secara luring (offline) dan daring (online) guna menjangkau peserta lebih luas.

Wakil Ketua Umum PW Pemuda PERTI Sulsel bidang Litbang Ibnu Hajar, M. Sos. menyampaikan, program tersebut menjadi bagian dari upaya organisasi dalam memperkuat literasi keislaman, khususnya di kalangan generasi muda, selama momentum Ramadan.

“Ramadan bukan hanya bulan ibadah ritual, tetapi juga momentum memperdalam ilmu dan memperkuat pemahaman keislaman. Karena itu, kami menghadirkan forum diskusi pendidikan Islam yang bisa diakses secara langsung maupun virtual dan juga menyampaikan bahwa meskipun ada perbedaan dalam penentuan awal puasa tetapi tetap mengajak umat Islam tetap bersatu” ujarnya, Selasa (17/2/2026).

Menurut Dosen Fakultas Agama Islam Universitas Muhammadiyah Parepare ini, diskusi akan menghadirkan sejumlah akademisi, tokoh pendidikan, dan praktisi pesantren yang membahas isu-isu strategis, seperti tantangan pendidikan Islam di era digital, penguatan karakter generasi muda, hingga peran pesantren dalam membangun peradaban.

Kegiatan ini rencananya dipusatkan di Makassar dan beberapa kabupaten/kota di Sulsel, sementara sesi online akan disiarkan melalui platform digital agar bisa diikuti kader dan masyarakat umum dari berbagai daerah.

Selain diskusi, Pemuda PERTI Sulsel juga menyiapkan sesi tanya jawab interaktif dan bedah buku untuk mendorong partisipasi aktif peserta. Dan menargetkan ratusan peserta dari kalangan mahasiswa, santri, guru, dan aktivis kepemudaan.

“Kami ingin menghadirkan ruang dialog yang sehat dan ilmiah. Pendidikan Islam harus terus dikaji dan dikembangkan agar mampu menjawab tantangan zaman tanpa meninggalkan nilai-nilai dasar keislaman,” pungkas Ibnu Hajar.

Pemuda PERTI Sulsel berharap, melalui kegiatan ini, Ramadan dapat menjadi momentum kebangkitan intelektual generasi muda Islam, sekaligus memperkuat sinergi antara organisasi kepemudaan dan lembaga pendidikan di Sulawesi Selatan.(*)