Gudang Penimbunan Solar Terbesar di Jeneponto Dipasangi Police Line

Aparat kepolisian dari Satuan Reserse Kriminal Polres Jeneponto mendatangi lokasi gudang penimbunan solar subsidi ilegal dan memasang garis polisi.

BERANDANEWS – Jeneponto, Gudang penimbunan bahan bakar minyak (BBM) jenis solar bersubsidi di Lingkungan Saroppo, Kelurahan Tolo Selatan, Kecamatan Kelara, Kabupaten Jeneponto yang diduga milik oknum polisi, akhirnya digaris polisi.

Aparat kepolisian dari Satuan Reserse Kriminal (Sat Reskrim) Polres Jeneponto, Kamis (13/3/2025) sore, langsung mendatangi lokasi gudang dan memasang garis polisi pada area gudang, serta melakukan serangkaian pengecekan terhadap lokasi penimbunan solar subsidi tersebut.

Kasat Reskrim Polres Jeneponto, AKP Syahrul Rajabia, Jumat (14/3/2025) sore, mengatakan bahwa setelah pihak mengamankan tempat kejadian perkara (TKP) atau gudang, pihaknya alan segera melakulan pemanggilan terhadap para pengelolah gudang, termasuk pemilik solar.

“Gudang kita sudah pasangi Police Line (garis polisi) dan kami juga sudah larang untuk tidak dibuka, selanjutanya kita panggil pengelolahnya, setelah itu Ownernya, “ujar Syahrul Rajabia.

Sebelumnya, pada Rabu (12/3/2025) siang, awak media menemukan ada bagunan gudang di Lingkungan Saroppo, Kelurahan Tolo Selatan, Kecamatan Kelara, yang berisi sekitar kurang lebih dua puluh tandom BBM dengan kapasitas masing- masing 1000 liter nampak berisi solar, serta terdapat selang besar dengan panjang sekitar 100 meter mengarah dari dalam gudang ke luar gudang, yang diperkirakan sebagai alat pemindah solar ke mobil tangki, sebelum dikirim ke luar daerah.

Selain menemukan banyaknya tandom berisi solar, di lokasi gudang juga ditemukan satu lembar nota pengisian atau pengiriman solar dengan tujuan Kota Makassar, bernomor DR- 1278 PB, pertanggal 8 Maret 2025, pukul 00.45 Wita, sebanyak 10 KL (kilo liter) yang diangkut menggunakan kendaraan truk tangki bernomor polisi DC 8770 XH, dan nama driver bertuliskan Hasbullah dan pemilik barang atas nama Rizal.(Zadly Kr Rewa)