Gubernur akan beri Izin pembukaan Operasional Bioskop

Berandasulsel.com – Makassar, Sejak merebaknya virus Corona, pemerintah menutup operasional bioskop, termasuk di Sulawesi Selatan (Sulsel).

Rencana pembukaan kembali telah dikaji oleh Tim Pakar Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19. Kemungkinan pembukaan dengan mempertimbangkan aspek kesehatan, sosial dan ekonomi.

Gubernur Sulawesi Selatan (Sulsel), Nurdin Abdullah, menyatakan, semua tergantung kesiapan penyelenggaraan atau operator bioskop, termasuk melakukan pengajuan pembukaan.

“Kita menunggu dari bawah, seperti juga pembukaan sekolah, itu harus dari kepala sekolah yang mengajukan. Tentu mengajukan dengan kesiapan yang mereka telah lakukan. Termasuk juga bioskop,” kata Nurdin Abdullah di Rumah Jabatan Gubernur Sulsel, Sabtu (29/8).

Pihak penyelenggara menyampaikan kesiapan serta prasyarat yang wajib dipenuhi. Termasuk protokol kesehatan, bagaimana menjaga jarak di dalam ruangan, tidak ada peluang untuk terjadi cluster baru, dan kesiapan hand-sanitaizer dan tempat cuci tangan.

“Tetapi saya berharap satu kali kita buka, betul-betul dijaga amanah pemerintah ini. Jangan sampai ada cluster dan harus kita tutup. Kita tidak mau seperti itu,” imbuhnya.

Jauh sebelum beroperasi, gubernur meminta untuk dipersiapkan dengan baik, dan semua celah yang berpotensi penularan Covid-19 diantisipasi.

“Harus disiplin pakai masker. Di dalam bioskop tidak boleh buka masker,” tegasnya.

Sebelumnya, di Rumah Jabatan Bupati Barru (28/8) kemarin, Nurdin menyebutkan, terkait kondisi penanganan Covid-19 di Sulsel, termasuk untuk Kota Makassar.

“Kalau Makassar itu, sebenarnya kita sudah mulai keluar dari zona merah. Karena kita terus melandai Rt kita, itu sudah hampir satu bulan itu sudah di bawah satu, berada di kisaran 0,8 sekian. Dan kita lihat spesimen kita juga naik tapi yang terkonfirmasi positif itu terus menurun,” jelasnya.

Sebelumnya, Ketua Tim Pakar sekaligus Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19, Wiku Adisamito mengatakan, kajian telah dilakukan. Bioskop memiliki karakteristik dan kontribusi, terutama memberikan hiburan pada masyarakat karena imunitas bisa meningkat.

“Karena bahagia atau suasana mental atau fisik dari penonton dan masyarakat ditingkatkan,” ujarnya di Media Center Satgas Nasional, Jakarta, Rabu (26/8) lalu.

Pembukaan bioskop ini harus memperhatikan aspek kesehatan secara ketat serta melalui tahap prakondisi, timing, prioritas, koordinasi pusat dan daerah serta monitoring dan evaluasi.

Beberapa hal yang perlu diperhatikan, diantaranya, pastikan antrean masuk dan keluar bioskop dijaga ketat dengan menjaga jarak yang baik, minimal 1,5 meter sehingga tidak ada kontak pengunjung. Demikian juga dengan kesiapan pihak penyelenggara, harus dilatih dan dipastikan protokol kesehatan dijalankan.

Rekomendasi lainnya, pengunjung dengan usia rentan, 12 tahun dan di bawah 60 tahun. Disamping itu, tidak memiliki penyakit penyerta seperti jantung, ginjal, kencing manis, paru-paru, ginjal atau penyakit imunitas rendah.

“Selain itu dalam kondisi sehat, tidak ada gejala batuk, demam lebih dari 38 derajat, sakit tenggorokan, pilek atau flu, bersin dan sesak napas,” urainya.

Selama menonton, tidak boleh makan dan minum. Serta selalu mengenakan masker dari awal sampai akhir. Masker yang disarankan juga adalah masker dengan filterisasi setara atau lebih baik dari masker bedah.

Pemesanan tiket tidak dilakukan secara fisik melainkan melalui online. Ini untuk memudahkan pengecekan data dan tracing. (*)