FGD Perencanaan Pembangunan 2020 untuk Tiga Kabupaten

134

Berandasulsel.com – Toraja, Pemerintah Propinsi Sulawesi Selatan, menggelar Focus Group Discussion (FGD) Perencanaan Pembangunan 2020 untuk tiga kabupaten. Yakni Toraja Utara, Tana Toraja dan Enrekang.

Kegiatan FGD ini dilaksanakan di Kantor Bupati Tana Toraja, Kamis malam, (21/11). Hadir bupati ketiga kabupaten tersebut, dan jajaran terkait. Setiap daerah memaparkan rencana program strategisnya untuk tahun 2020 dan juga yang sedang berjalan di tahun 2019 ini.

Gubernur Sulsel, Nurdin Abdullah mengatakan akan mendukung program strategis ketiga daerah dan daerah lainnya di Sulsel untuk berinovasi dalam pembangunan infrastruktur

“Hari ini kita mendengarkan beberapa program strategis, tiga daerah. Untuk mendukung program strategis ketiga daerah tersebut dan daerah lainnya di Sulsel, tahun 2019 telah disiapkan bantuan keuangan daerah sebesar Rp 300 miliar. Tahun 2020 mendatang, akan ditambah sebesar Rp 200 miliar, sehingga totalnya Rp 500 miliar. Anggaran ini kami dapatkan melalui penghematan. Beberapa biaya coba kita hemat dan kita siapkan untuk daerah yang punya inovasi,” ungkap Nurdin Abdullah.

Penekanan Gubernur sesuai arahan Presiden agar daerah mendorong sektor pariwisata. Ketiga daerah ini memiliki keunggulan sektor pariwisata. Toraja telah menjadi aset dunia, sedangkan Enrekang dapat dikembangkan lebih baik lagi. Sehingga target 20 juta wisatawan manca negara ke Indonesia tahun 2020, minimal sepuluh persen bisa masuk ke Sulsel.

Untuk rencana yang ada, Tana Toraja dibuat ramah wisatawan dan ramah turis. Pemerintah provinsi hadir untuk menyiapkan infrastruktur yang ada. Termasuk jalan, bandara, dan juga pedesterian.

“Tadi kita lihat bahwa untuk penyelesaian Bandara Buntu Kunik masih membutuhkan Rp 32 miliar. Saya kira itu harus kita selesaikan,” paparnya.

Jika selesai tahun ini, maka runwaynya akan diperpanjang, agar bukan hanya didarati pesawat jenis ATR, tetapi juga jenis Boeing. Penerbangan bukan hanya Makassar – Toraja, tetapi juga langsung dari kawasan wisata lainnya.

Untuk Toraja utara diantaranya membahas pembangunan jalan dan pedesterian, sedangkan Enrekang pembangunan rumah sakit pratama, penataan kota dan Kebun Raya Enrekang.

Nurdin Abdullah menjelaskan, pemerintah provinsi hadir untuk bersinergi dengan daerah. “Memang tanggung jawab kita ada jalan provinsi dan sebagainya. Seperti sektor pertanian dan perikanan itu harus kolaborasi dan disinergikan, termasuk terkait usulan yang ada,” imbuhnya.

Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulawesi Selatan (Sulsel) mengucurkan anggaran sebesar Rp 200 miliar untuk pembangunan jalan dari Bua, Luwu, menuju Rantepao, Toraja Utara. Panjangnya mencapai 53 kilometer.

Selain itu, menurut Nurdin Abdullah, anggaran Rp 200 miliar tersebut diketahui bersumber dari Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Provinsi, APBD Kabupaten, dan Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN). Untuk pembukaan dan pelebaran jalan tersebut, sudah menelan biaya sebesar Rp 40 miliar. Saat ini, progresnya sudah mencapai 50 persen.

“Ini sudah 50 persen, tapi yang kita syukuri aksesnya juga sudah mulai luas jalannya. Memang tadi cukup ekstrem karena habis hujan, dan memang belum di-grafel,” ujarnya kepada awak media, saat beristirahat sejenak sebelum memasuki perbatasan, Luwu dengan Toraja Utara, Kamis 21 November 2019.

Soal target penyelesaian, Nurdin Abdullah memperkirakan, akan selesai tahun ini untuk pembukaan dan pelebaran, sementara untuk aspalnya ditaksir akan dimulai tahun 2020.

“Tahun ini selesai di Desember untuk seluruh pembukaan jalan. Tahun 2020 kita akan mulai untuk pengaspalan,” pungkasnya. (*)