DP2 Makassar temukan 666 Hewan Kurban tak Layak di Pasarkan

Berandasulsel.com – Makassar, Menjelang hari raya Idul Adha, Pemerintah Kota Makassar memperketat pengawasan hewan kurban yang dinyatakan tidak layak untuk dipasarkan.

Dinas Perikanan dan Pertanian Kota Makassar, menemukan ada ratusan hewan kurban dinyatakan tidak layak untuk disembelih.

Kepala Dinas Perikanan dan Pertanian (DP2) Kota Makassar Abdul Rahman Bando, menyebutkan ada 4.328 ekor ternak yang menjalani pemeriksaan. Terdiri dari ternak sapi dengan populasi 3.908 ekor, kambing 417 ekor, dan kerbau tiga ekor. Sebanyak 666 di antaranya dinyatakan tidak layak disembelih untuk kurban.

Adapun dari ternak sapi yang diperiksa, ditemukan sebanyak 3.358 ekor dinyatakan layak, dan 577 ekor tidak layak. Selain 533 ekor sapi dianggap tidak cukup umur, 25 ekor cacat mata alias katarak, lima ekor betina, lima ekor scrotum tidak sempurna, empat ekor pincang, satu ekor sakit, empat ekor lainnya catat telinga.

Sedangkan untuk ternak kambing, dari 417 ekor yang menjalani pemeriksaan, dinyatakan layak sebanyak 328 ekor dan 89 ekor tidak layak. Yang tiak layak tersebut, masing-masing 52 ekor tidak cukup umur,12 ekor cacat mata katarak, 24 ekor ORF, dan satu ekor scrotum tidak sempurna. Sementara tiga ekor kerbau, semuanya dinyatakan layak.

Selain itu menurut Rahman Bando, untuk ternak yang sudah menjalani pemeriksaan dan dinyatakan layak disembelih, diberikan kartu kesehatan. Pengawasan dan kontrol dilakukan sejak tujuh hari jelang hari raya dan tiga hari sesudah lebaran.

“Hewan kurban yang tidak memiliki kartu kesehatan tetap bisa dikonsumsi. Namun itu untuk umum, bukan diperuntukan sebagai hewan kurban di hari raya Idul Adha, kata Rahman.

Selain itu, DP2 Kota Makassar juga telah mengeluarkan surat edaran Dirjen Peternakan Kementerian Pertanian Indonesia dan penjabat wali kota Makassar mengenai tata cara pemotongan hewan kurban di masa pendemi.(*)