Disperindag dan TP PKK Sulsel Optimis, Produk UMKM bisa Tembus Pasar Ekspor

120

Berandasulsel.com – Pangkep, Usaha Mikro, Kecil dan Menengah, merupakan unit ekonomi yang dipandang perlu mendapat dukungan besar pemerintah.

Di Sulawesi Selatan (Sulsel), pemerintah melalui Dinas Perdagangan dan Dinas Perindustrian serta dukungan besar dari Ketua TP PKK Sulsel, Lies F Nurdin, menjadikan UMKM dapat tetap hidup dan berkembang, bahkan di masa pandemi. Dukungan yang diberikan dari hulu hingga hilir. Para pelaku UMKM di setiap daerah dibekali dengan pengetahun dan skill melalui bimtek. Tidak tanggung-tanggung, para pelaku usaha mendapat kesempatan belajar dari para ahli dari berbagai kota di Indonesia yang memenag ekspert di bidang mereka masing-masing.

Sebagai contoh, di Kabupaten Takalar yang saat ini menjadi sentra pengembangan gerabah, para pengrajin dilatih langsung oleh instruktur yang didatangkan langsung dari Jogjakarta dan ekspert di bidang gerabah.

Di Kabupaten Jeneponto, para petani garam memperolah pelatihan mengolah garam dari yang sebelumnya sebagai garam konsumsi menjadi garam spa yang memiliki pangsa pasar jelas di Pulau Jawa dan Bali.

Tak sampai di situ, dukungan berupa alat produksi, bantuan keuangan hingga proses pemasaran produk dengan berbagai dukungan kemudahan juga dilakukan.

Kepala Dinas Perindustrian Sulsel, Ahmadi Akil, menyebutkan, melalui dukungan PKK dan Dekranasda Sulsel, Dinas Perindustrian benar-benar mampu menyiapkan pelaku UMKM untuk meningkatkan kualitas dan diversifikasi produk, sehingga bernilai jual tinggi dan mampu diterima pasar internasional.

“Tahun ini kita bekerja, untuk Kabupaten Soppeng, Wajo, Enrekang, Takalar, Jeneponto dan Pangkep, mencakup produk kerajinan dan pangan,” sebut Ahmadi.

Ia mengatakan, selain membina dan memunculkan pelaku wirausaha baru, Dinas Perindustrian bersama PKK dan Dekranasda juga melakukan peningkatan mutu produk yang sasarannya pada pasar internasional.

“Program dengan Dekranasda dan PKK, pertama disamping membina para pelaku UMKM dan memunculkan wira usaha baru, juga berfokus meningkatkan mutu produk, kalau peningkatan mutu produk itu kan sasarannya pada pasar, baik regional maupun internasional,” jelasnya.

Sementara, dari data Dinas Perdagangan Sulsel, beberapa produk kerajinan industri mikro yang telah berhasil menembus pasar internasional antara lain anyaman serta lontar yang berhasil ekspor ke Malaysia, Bedak Tradisional (lulur) ekspor ke Korea Selatan, Malaysia dan Singapore, serta kerajinan lampu hias yang diminati pasar Malaysia. Sedangkan untuk industri skala kecil di Sulsel yang berhasil ekspor diantaranya ikan segar beku, cengkeh, kemiri, serta produk olahan kakao.

Pelaksana tugas Dinas Perdagangan Sulsel, Indrajaya Saputra, menjelaskan, sinergi antara Dinas Perdagangan dan Dinas Perindustrian diharapkan mampu meningkatakan kualitas produk UMKM Sulsel.

“UMKM yang sudah dilatih oleh Dinas Perindustrian akan dilanjutkan oleh Dinas Perdagangan untuk produk-produk yang memiliki orientasi ekspor. Jadi semua pelaku UMKM yang sudah dilatih, dilanjutkan melalui coaching klinik oleh Dinas Perdagangan supaya bisa menjadi produk yang premium,” sebutnya.

Di samping itu, lanjut Indrajaya, Dinas Perdagangan juga memberikan informasi negara tujuan dan negara mitra dagang yang menginginkan produk-produk tertentu, yang dihasilkan oleh pelaku UMKM yang ada di Sulsel. (*)